Wagub: “Reugreug” Kalau Sekolah Seperti SMKN 1 Garut

0
279

KANDAGA.ID – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. Dewi Sartika, M.Si menghadiri acara Penguatan Manajerial Kepala Sekolah sekaligus silaturahmi bersama Kepala Sekolah SMA/SMK/SMALB Negeri dan Swasta se-Kabupaten Garut di SMAN1 Garut Jl. Merdeka No. 91, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
Usai memberikan sambutan, Wagub melanjutkan kegiatannya dengan mengunjungi beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Garut, salahsatunya ke SMKN 1 Garut, Jl. Raya Cimanuk No. 309 A, Sukagalih, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Beliau sempat keliling melihat-lihat keberadaan SMKN 1 Garut secara langsung dan sempat berbincang dengan guru.

“Jadi beliau (Wagub-red) mengatakan “reugreug” kalau sekolah seperti ini. Selain peserta didik kelas XII sudah banyak yang direkrut oleh perusahan-perusahaan, sisanya pun pada melanjutkan keperguruan tinggi,” ujar Kepala SMKN 1 Garut, Drs. H. Dadang Johar Arifin, M.M., kepada para wartawan, Rabu (6/2/2019).

H. Dadang menerangkan, beliau (Wagub-red) berkeliling melihat-lihat laboratorium dan mengatakan cukup refresentatif untuk tingkat kabupaten dengan mutu sesuai yang diharapkan sebagai salah satu menunjang untuk kuantitatif maupun kualitatif dengan sarana dan prasarananya sudah hampir terpenuhi.

“Itulah yang diharapkan dalam kunjungan langsung ke SMKN 1 Garut, sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat, ingin mengetahui potret pendidikan secara langsung kelapangan,” jelasnya.

H. Dadang menjelaskan, kedatangan Wagub ke Kabupaten Garut untuk memberikan pembinaan kepada sekolah-sekolah, diantaranya juga persiapan pelaksanaan USBN se-Jawa Barat dan harus siap 100%.

“Karena Jawa Barat sebagai garda yang terdepan dengan visi dan misinya adalah Jabar Kahiji, Jabar Juara Lahir dan Bathin,” ujarnya.
H. Dadang mengatakan, karena tidak ada tanya jawab dengan Wagub, dan hanya bersifat informasi, pemetaan, juga menyampaikan sosialisasi visi misi Jawa Barat.

“Mudah-mudahan visi yang sangat berat tapi bermakna itu adalah bisa dilaksanakan oleh komponen-komponen pendidikan, Jabar Kahiji, Jabar Juara Lahir dan Bathin,” jelasnya.

Selain itu, tambah H. Dadang, masih banyak sekolah yang menanyakan LSP, karena di Kabupaten Garut, sekolah yang sudah LSP ada tiga yaitu SMKN 1 Garut, SMKN 3 Garut, dan SMKN 2 Garut itu pun baru dua yaitu jurusan otomotifnya.

“LSP itu sertifikat yang dikeluarkan oleh BNSP, jadi mereka bekerja siap di negara-negara yang tergabung di dalam AFTA dan MEA. Jadi sertifikat yang lulus LSP itu dimanapun negara yang menandatangani AFTA dan MEA mereka bisa bekerja.

H. Dadang menjelaskan, SMKN 1 Garut sudah tujun jurusan lulus LSP, jadi di SMKN 1 Garut mayoritas jurusan sudah LSP. Dan mereka banyak yang ingin bergabung ikut ujian kompetensinya LSP dengan SMKN 1 Garut.

“LSP itu, guru-gurunya, pengujinya adalah tidak perlu mendatangkan dari yang lain, sementara guru disini (SMKN 1 Garut – red) sudah punya lisensi sebagai penguji,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)***