Srimanganti, Citarasa Adiluhung dalam Secangkir Kopi

0
474
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Mochamad Iriawan melakukan salam komando dengan Kepala SMK Pertanian Persada Bayongbong didampingi Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman
Kopi Srimanganti

Srimanganti adalah jejak peradaban adiluhung ratusan tahun lalu di kaki Gunung Cikuray. Sekitar abad ke 17 gunung tertinggi di Kabupaten Garut ini lebih dikenal dengan nama “Gunung  Srimanganti” dan tepat di kaki Cikuray  para nonoman dan inohong Sunda belajar ilmu pengetahuan di sebuah mandala. Meski tak ada catatan sejarah yang valid tentang hal ini, bukti peninggalan adiluhung para karuhun hingga kini masih terawat dengan baik di Situs Kabuyutan Ciburuy yang terletak di Desa Pamalayan Kecamatan Bayongbong

Gunung Cikuray sendiri adalah sebuah gunung yang istimewa, selain menjadi sumber kehidupan masyarakat Kabupaten Garut, gunung ini juga merupakan gunung berapi tipe stratovolcano (gunung berapi kerucut) yang sudah tidak aktif.  Berdasarkan catatan dalam laman wikipedia, iklim di daerah Gunung Cikuray dan sekitarnya dikategorikan sebagai daerah beriklim tropis basah (humid tropical climate). Curah hujan di sekitar Gunung Cikuray mencapai 3500-4000 mm dengan kalkulasi bulan basah 9 bulan dan bulan kering 3 bulan dan juga variasi temperatur dari 10º C hingga 24º C.

Kondisi ini berdampak pada karakteristik tanah dan tanaman yang tumbuh subur di sekitarnya salah satunya adalah Kopi. Di kawasan ini para penduduk membudi dayakan kopi jenis arabika dengan pola Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Ada sekitar 30 ha lahan yang kini ditanami kopi dan setiap tahunnya mampu menghasilkan puluhan ton biji kopi yang “khas” dan berkualitas

Adalah Unit Produksi SMK Pertanian Persada  Bayongbong yang mencoba menjembatani para petani kopi di kaki Gunung Cikurai dengan menjalin kemitraan yang saling menguntungkan. Hasil panen para petani yang sebagian diantaranya adalah orang tua siswa dibeli dengan harga yang pantas lalu diolah menjadi “Kopi Srimanganti” dengan berbagai macam varian seperti natural bean, honey bean, semi wash, full wash dan wine bine. Berbagai varian tersebut diolah oleh tenaga terlatih yang berasal dari para siswa dan alumni SMK Pertanian persada

Penjabat Gubernur Jawa Barat, Mochamad Iriawan melakukan salam komando dengan Kepala SMK Pertanian Persada Bayongbong didampingi Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman

Kepala SMK Pertanian Persada Bayongbong, Iman Tasdik S.Pd menuturkan, Kopi Srimanganti berbeda dengan kopi dari daerah lainnya. Menurutnya bahan baku kopi yang ditanam di ketinggian ideal yaitu 1300 – 1800 Mdpl, menghasilkan citarasa yang istimewa karena lebih organik sehingga menghasilkan rasa yang khas dengan perpaduan pahit dan asam yang seimbang. “Produk kami, sengaja diberi nama “Srimanganti” sebagai bentuk penghormatan kami atas peninggalan para leluhur yang telah mewariskan peninggalan budaya  adiluhung khususnya di bidang pendidikan yang spiritnya kami wujudkan dalam kiprah kami sehari-hari sebagai pendidik,” jelasnya

Iman menambahkan, meski baru dipromosikan secara terbatas, kehadiran “Kopi Srimanganti” telah menarik minat para pecinta kopi dari seluruh Indonesia, salah satunya adalah Penjabat Gubernur Jawa Barat, Komjen Mochamad Iriawan.”Alhamdulillah respon dari masyarakat cukup positif, bahkan Pak Iwan Bule (nama akrab Penjab Gubernur Jawa Barat) memberikan apresiasi dan berjanji akan mengunjungi kami satu hari nanti,” jelasnya, disela-sela acara “Dialog Interaktif Bersama Gubernur Jawa Barat”  di SMKN 5 Garut beberapa waktu lalu. *** Herdy M Pranadinata