Sri Wahyuni, Mojang Calakan Kabupaten Garut 2017

0
207
Sri Wahyuni

Menjadi kontestan Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Garut sudah menjadi cita-cita Sri Wahyuni sejak masih berada di bangku SMP. Bahkan saking terobsesinya dengan ajang tersebut, mojang kelahiran Garut 5 Maret 1996 ini, selalu mengikuti berbagai perlombaan untuk menambah pengalamannya. ” Saya terus mengikuti lomba-lomba, tak lain niatnya agar jika suatu saat bisa masuk dan lolos audisi Moka , saya sudah siap dan memiliki pengalaman yang cukup,” ujar mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Garut ini.

Rupanya jodoh tidak lari kemana, Tahun 2017 akhirnya pemilik tubuh setinggi 163 cm berhasil lolos audisi Moka bahkan hebatnya ia meraih nilai tertinggi dari kontestan lainnya. Bersama 14 pasang Moka, akhirnya Sri dinyatakan berhak mengikuti lomba sebagai finalis. “Saat dinyatakan lolos audisi, perasaan saya begitu terharu. Alhamdulillah penantian panjang sejak SMP bisa terwujud juga,” ujarnya bangga

Sri bercerita, saat malam pertama unjuk kabisa, Sabtu (09/10), ia membawakan tarian jaipong “Sancang Gugat”. Saat itu dirinya berusaha keras untuk tampil prima, tak hanya koreografi, ia juga memilih kostum yang sesuai dan menggambarkan karakter yang tegas,marah dan menakutkan.

Pada malam kedua, sejarah terukir untuk Sri Wahyuni. Di malam Grand final, alumni SMPN 1 Cikajang ini tampil sebagai patandang nomor 4 berpasangan dengan Salawat Fatih (Terpilih menjadi Jajaka Pinilih 2017). “Saat itu saya masih tidak menyangka dan terus mengucap syukur bisa berdiri di panggung yang megah. Ya Allah dan Alhamdulillah,hanya kata-kata itu yang terus saya ucapkan. Sangat ingat sekali, pendukung terus menyebut nama saya. Mereka membawa spanduk bertuliskan “SRI WAHYUNI – MD04. WE BELIEVE YOU CAN DO IT”, dan tersemat foto saya disana, terharu sekali,” ujar gadis dari tiga bersaudara ini.

Sri mengaku sempat tidak percaya, saat MC menyebut namanya sebagai pemenang untuk kategori “Mojang Calakan 2017”. Meski sedikit kecewa karena tidak menjadi mojang pinilih, Sri mengaku terharu dan bangga atas apa yang dirahnya. “Saya tetap merasa bangga dapat menyandang gelar ini. Kategori ini menuntut mojang berwawasan luas dan intelegensia yang tinggi. Karenanya saya makin termotivasi untuk terus belajar dan menambah wawasan,” pungka penerima beasiswa di kampusnya ini. nYuyus