Sosialisasi Literasi Jadi Pemicu Meraih Prestasi

0
241

KANDAGA.ID – Kepemimpinan Korwil, Korwas, dan PGRI di Kecamatan Garut Kota, sekarang kompak. Dengan kekompakan ini, diharapkan kembali meraih prestasi di tingkat kabupaten.

Demikian sambutan Ketua PGRI Kecamatan Garut Kota, Asep Hidayat Paweka, M.M.Pd., saat membuka kegiatan sosialiasi literasi hari ketiga di SDN Kota Kulon 1, Jl. Ciledug No. 205, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (9/1/2019).

Menurut Asep, setiap tahun kita mengikuti perlombaan OS2, FLS2N, O2SN, Pentas PAI dan sekarang akan ada perlombaan literasi.

“Dari tiap perlombaan tersebut Kecamatan Garut Kota agar muncul lagi jadi juara di tingkat kabupaten, dan itu semua tergantung ibu-bapak. Ayo semangat agar Kecamatan Garut Kota berprestasi,” ajaknya penuh harap.

Kegiatan sosialisasi diikuti sejumlah 13 SD yang jadi binaan pengawas H. Asep Kosasih, S.Sos, yang berpesan agar mengIkutilah sosialisasi ini sampai akhir dan ikuti dengan cermat.

“Sosialisadi literasi sekolah ini berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan, Korwas, Memet Moch. Sobur, S.Pd., M.M.Pd., literasi sekarang berberbeda dengan sebelumnya, dari kegiatan membaca limabelas menit bagi siswa sebelum masuk kelas pelajaran, sekarang literasi di dalam pembelajaran.

Sementara itu Korwil, Drs. H. Engkur, SH., M.Si., mengatakan, perkembangan dan pengguna teknologi begitu cepat, untuk itu semua pendidik agar mengawasinya.

“Jangan ditinggalkan anak di kelas, perhatikan mereka di sekolah, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pintanya.

H. Engkur menegaskan, kita harus sadar sebagai tugas guru yang bertanggungjawab sebagai pembentukan karakter generasi anak bangsa, cintai mereka dan syukuri apa yang kita peroleh.

“Disisipkannya pendidikan karakter pada pembelajaran sehari-sehari sebagai perubahan, merupakan tanggungjawab semua. Jadi, kalau ada anak yang prilakunya menyimpang dari tujuan pembentukan karakter agar di tegur,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)***