SMKN 1 Garut Menerima 485 Siswa Pada PPDB Tahap 1

0
63

Kepala SMKN 1 Garut tengah memperhatikan pendaftar yang sedang melihat hasil kelulusan.

Kandaga. Id- Pada masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahap pertama tahun ini, SMK Negeri 1 Garut, diikuti pendaftar sebanyak 648 orang ke berbagai jurusan yang ada di sekolah tersebut. Dari jumlah sebanyak itu, yang diterima sekitar 485 orang, sekitar 163 pendaftar gagal, namun masih diberikan kesempatan untuk mendaftar pada tahap kedua pada jalur akademik, karena masih ada kuota tersisa 40 persen.

” Sekolah kami akan menerima total siswa 864 siswa untuk 10 jurusan, “ ungkap Kepala SMKN 1, Dadang Johar Arifin, ditemui saat pembukaan kelulusan tahap pertama, yang diumumkan via online, Senin (22/06/2020).

Dikatanya, untuk calon siswa yang dinyatakan lulus, pendaftaran ulangnya akan dilaksanakan dua kelompok, yakni untuk jalur unggulan, jalur prestasi, perpindahan dan keluarga guru, akan dilaksanakan Selasa (23/06), dan jalur afirmasi pada Hari Rabu. ” Untuk daftar ulang, kami [email protected] protokol kesehatan,tempat duduk sudah dikasih jarak dua meter, tempat cuci tangan sudah tersedia, dan harus pake masker,” tegasnya.

Ditambahkan Dadang, menjelang tahun ajaran baru, pihak sekolah mulai persiapkan beberapa metode pembelajaran di tengah pandemi Covid-19, konsep berbeda dari tahun lalu. Proses pembelajaran saat ini disiapkan dengan dua opsi mulai dari sistem belajar di rumah atau sistem bergilir dimana 50 persen siswa belajar di sekolah dan 50 persen lainnya di rumah secara bergantian.

“Kita belum ada kepastian apakah belajar di rumah atau sekolah. Tapi mudah-mudahan bulan juli ajaran baru bisa dimulai (dengan lebih efektif, red). Harapan kita tahun ajaran baru bisa normal (tanpa ancaman virus, red) , karena terlalu lama di rumah kasian anak juga karena bagaimana pun belajar di ruang ada berbeda. Ajaran baru mudah-mudahan bisa diterapkan new normal, untuk pembatasan kita ada konsep misalnya dari jumlah siswa 100 persen, misalnya 50 persen bergiliran (setengah belajar di sekolah dan setengah di rumah secara bergantian, red). Tapi yang menjadi kendala sementara ini untuk penerapan konsep tersebut itu khawatir di kendaraan umumnya. Sehingga kita menunggu rambu-rambu dari Provinsi dan Kementerian Pendidikan,” imbuhnya.

Seperti saat pendaftaran melalui online ini, pembukaan kelulusan pun, kesulitan untuk akses ke website. Sehingga pendaftar yang ingin mengetahui hasilnya banyak yang mendatangi sekolah langsung, karena pihak sekolah sudah menyediakan daftar siswa yang dinyatakan diterima.  (Jay).