SMAN 1 Garut Berbagi Formula Kepada SMAN 6 Cimahi

0
286

KANDAGA.ID – Capaian prestasi baik akademik maupun non akademik SMAN 1 Garut tak diragukan lagi, bahkan bisa dikatakan hampir sangat sempurma. Jadi tak aneh jika banyak sekolah berkunjung melakukan study banding dari berbagai kabupaten/kota baik regional, nasional bahkan internasional.

“Bukan hanya SMA saja yang berkunjung ke SMAN 1 Garut, SD, SMP, dan SMK pun dari luar provinsi banyak yang datang melakukan study banding terutama berkaitan dengan sekolah sehat khususnya Wiyata Mandiri dan capaian kelulusan yang melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi dari SMAN 1 Garut mencapai 98%,” ujar Kepala SMAN 1 Garut, Drs. H. Achdiat Kusdani, M.Pd., usai pembukaan Science Art Skill (SAS) ke-9, Rabu (1/5/2019).

H. Achdiat mengatakan, hari ini ada dua kegiatan yaitu perlombaan SAS dan menerima tamu kunjungan dari SMAN 6 Cimahi.

“Alhamdulillah, kami menyambut langsung kedatangan rombongan tamu yang di pimpin Kepala SMAN 6 Cimahi, Drs. A. H. Maman Jajat, M.Pd., dan langsung menuju aula lantai 2 untuk beristirahat sekaligus mendapatkan pemaparan profil sekolah dan lainnya serta ramah tamah. Setelah itu, mereka menyebar menuju ruangan untuk sharing ke masing-masing tujuan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 6 Cimahi, Drs. A. H. Maman Jajat, M.Pd., memgatakan, kedatangannya untuk study banding karena sudah mengetahui kualitas SMAN 1 Garut dari tahun ke tahun banyak diterima di perguruan tinggi. Untuk itu, SMAN 6 Cimahi punya kepentingan untuk meningkatkan mutu akademik peserta didik.

“Jadi kedatangam kami, pada intinya mencari formula atau resep. Bagaimana SMAN 1 Garut ini mengelola sampai menghasilkan output yang luar biasa dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang lain,” uiarnya.

Menurutnya, nilai atau mutu sebuah sekolah itu akan sangat mudah di lihat dari mutu lulusan terutama yang diterima di perguruan tinggi, menjadi indikator keberhasilan sekolah.

“SMAN 1 Garut ini sudah luar biasa disamping tinggi di bidang akademik juga non akademiknya, semacam mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional atau Adiwiyata Mandiri,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)***