SK  Guru Honorer, Kini Boleh Ditandatangani Kadisdik

0
752
Tangis pilu guru honorer dalam memperjuangkan hak-haknya. (ils.net)
Tangis pilu guru honorer dalam memperjuangkan hak-haknya. (ils.net)

Ribuan bahkan mungkin ratusan ribu guru honorer  nasibnya tak menentu. Jangankan untuk diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), untuk sekedar mendapatkan surat keputusan (SK) penugasan sebagai guru honorer dari kepala daerah saja, tak juga mereka peroleh. Padahal banyak diantara mereka yang sudah mengabdi belasan tahun

Di Kabupaten Garut misalnya, ribuan guru honorer sudah lama menunggu turunnya SK dari sang kepala daerah. SK penugasan tersebut akan menjadi dasar bagi mereka untuk bisa mendapatkan tunjangan dana bernama sertifikasi. Apalagi banyak diantaranya yang sudah mengikuti program sertifikasi, namun tak bisa mencairkan dananya, akibar tidak memiliki SK Penugasan dari bupatinya.

Namun kini para honorer pendidik itu, boleh sedikit bernapas lega, seiring berhembusnya kabar, kalau SK itu cukup ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan.”Sekarang ini ada aturan baru, bahwa kepala daerah tidak boleh menandatangani SK (penugasan tenaga honorer- red). Nanti kewenangan itu akan dialihkan kepada Kadisdik,” ungkap Pjs. Bupati Garut, Ir. H. Koesmayadie Tatang Padmadinata, Selasa (03/04/2018).

Dikatakan Koesmayadi; dalam peraturan pemerintah yang baru itu, ada klausul, penandatangan SK guru honorer itu, boleh dilakukan oleh kuasa pengguna anggaran (KPA), atau pengguna anggaran (PA).”Saya sudah konsultasi dengan Kadisdik provinsi, saya tidak boleh menandatangani SK. Yang tadinya ditandatangani oleh kepala sekolah, kita akan naikan oleh Kadisdik, sebab para guru honorer ini butuh pengakuan,”tuturnya.

Ditegaskannya, SK penugasan tersebut bisa juga dilakukan oleh Pjs Kadisdik.”SK dari Kadisdik itu sudah cukup bagi para honorer sebagai landasan untuk mendapatkan haknya. Oleh Pjs Kadisdik bisa saja, tapi tidak boleh oleh kepala daerah,”tegasnya.

Ditambahkannya, untuk pengangkatan CPNS pada tahun 2018 dan Tahun 2019 mendatang akan diprioritaskan untuk tenaga honorer guru, dengan ketentuan usia maksimal 35 tahun. N Jay.