Sekolah Jangan Takut Melakukan Perubahan

0
308

KANDAGA.ID – Kegiatan sosialisasi literasi sekolah hari kedua dihadiri sejumlah 12 SD binaan pengawas Wiwi Dwiyaningsih, M.Pd., bertempat di SDS Muhammadiyah 1, Jl. Gunung Payung No. 23 Babakan Lio, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (8/1/2019).

Secara resmi kegiatan dibuka Korwil Kecamatan Garut Kota, Drs. H. Engkur, SH., M.Si., dihadiri Korwas, Memet Moch. Sobur, S.Pd., M.M.Pd., Ketua PGRI Kecamatan Garut Kota, Asep Hidayat Paweka, M.M.Pd., dan Ketua K2S, H. Ahmad, S.Pd.SD.

Dalam sambutannya, Korwil Kecamatan Garut Kota, Drs. H. Engkur, SH., M.Si., mengatakan, pemerintah telah berupaya berbagai strategi untuk menyelesaikan persoalan pendidikan, mulai dari adanya sertifikasi, gaji ditransfer ke masing-masing, dan sekarang literasi.

“Itu sebagian dari strategi penerintah untuk menyelesaikan persoalan pendidikan, termasuk strategi melalui kurikulum yang terus berubah-ubah disesuaikan dengan tuntutan jaman,” ujarnya.

Perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia sampai sekarang sudah 10 kurikulum yaitu;

1). Kurikulum 1947 atau disebut Rentjana Pelajaran 1947; 2). Kurikulum 1952 (Rentjana Pelajaran Terurai 1952); 3). Kurikulum 1964 (Rentjana Pendidikan 1964); 4). Kurikulum 1968; 5). Kurikulum 1975; 6). Kurikulum 1984; 7). Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999; 8). Kurikulum 2004 KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi); 9). Kurikulum 2006 KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan; 10). Kurikulum 2013.

“Pendidikan dan kesehatan selama ada manusia tidak akan selesai-selesai persoalannya, maka dari pada itu kembali kepada karakter masing-masing,” pungkasnya.

Koordinator Pengawas (Korwas), Memet Moch. Sobur, S.Pd., mengatakan, literasi ini akan dilombakan mulai tingkat Kabupaten, provinsi dan Nasional, karena datanya nyambung ke link Dapodik dan lainnya.

“Makanya buat program literasi ini harus benar-benar,” ujarnya.

Memet mengatakan, yang menjadi juara literasi membaca buku tingkat Provinsi Jawa Barat dari Garut yaitu SDN 3 Bungbulang, sehingga menjadi buah bibir di tingkat provinsi sebab dapat mengalahkan sekolah yang ada di perkotaan se-Jawa Barat.

“Dengan demikian SDN 3 Bungbulang telah membawa harum Kabupaten Garut pada lomba literasi di Jawa Barat,” pungkasnya.

Ketua PGRI Kecamatan Garut Kota, Asep Hidayat Paweka, M.M.Pd., meminta hasil sosialisi ini supaya langsung diterapkan di sekolah masing-masing.

“Selain Olimpiade Olahraga Siswa Nasional(O2SN) yang dilombakan juga harus mempersiapkan untuk lomba literasi ini,” pintanya.

Ketua K2S, H. Ahmad, S.Pd.SD., mengatakan, program penerintah ini selain wajib dilaksanakan juga akan dilombakan.

“Di sekolah harus ada sudut baca dan pohon literasi untuk memotivasi literasi bagi guru, peserta didik dan sekolah. Selain menambah ilmu dan wawasan, diharapkan juga menjadi suatu kebiasaan bagi peserta didik,” ujarnya.

Sementara itu pengawas bina, Wiwi Dwiyaningsih, M.Pd., mengatakan, kita tidak bisa mengatur arah angin, tapi kita bisa mengatur arah layar, artinya tidak putus asa untuk mengatur kearah yang lebih baik. (Jajang Sukmana)***