Sejumlah 13 Bidan PTT di Garut Kini Jadi PNS

0
66

kandaga.id – Sebanyak 13 Bidan PTT (Pegawai Tidak Tetap) mendapat SK 100% PNS. Para bidan yang telah mengabdi selama 11 hingga 16 tahun itu dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan, ditandai dengan penandatangan berita acara, berlangsung di Ruang Rapat Setda Garut, Selasa (05/05/2020).

Kutip Diskominfo Garut, pelantikan disaksikan Wakil Bupati, dr. Helmi Budiman, Sekda, Deni Suherlan, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Nurdin Yana, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Maskut Farid, Kepala BKD, Didit Fajar Putradi. dan undangan lainnya.

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengucapkan selamat kepada para bidan yang telah mendapatkan SK ASN, di mana sebagai gugus tugas terdepan dalam kesehatan, harus memastikan bayi dalam kandungan dalam keadaan sehat.

“Ini adalah tanggung jawab negara memberikan perlindungan persalinan, maka kita tahu angka kematian ibu dalam proses persalinan ini dihitung oleh negara untuk bisa memberikan jaminan dalam keadaan sehat dan sekarang di hitung dalam berbagai indikator berapa lama bayi itu akan hidup, maka angka harapan hidup itu dihitung ketika bayi itu lahir,” ujar bupati.

Menurut Rudy, Angka Harapan Hidup di Garut sekarang sudah diatas 70 tahun, maka hal-hal yang berhubungan dengan preventif dan promotif sekaligus kuratif sudah cukup baik, sehingga berpengaruh angka harapan hidup.

“Saya berharap profesionalisme sebagai bidan menjadi taruhan, berikan yang terbaik, jangan ketika nanti sudah PNS mendapatkan gaji, maka kalian menjadi lalai menjalankan tugas,” pungkasnya.

13 bidan yang dilantik itu telah melaksanakan Prajabatan di LAN RI, dan kini masing-masing tersebar bertugas di UPTD Puskesmas Cipanas , Puskesmas Pasundan Garut Kota, Puskesmas Karangpawitan, Puskesmas Sukawening, Puskesmas Guntur Garut Kota, Puskesmas DTP Malangbong, Puskesmas Mekarmukti, Puskesmas Bayongbong, Puskesmas DTP. Tarogong, Puskesmas DTP. Cisurupan, Puskesmas Sukakarya Kecamatan Pasirwangi, Puskesmas DTP. Cilawu, dan Puskesmas Garawangsa Kecamatan Sucinaraja. (Jajang Sukmana)***