Produksi Kopi Garut Turun Hingga 50%

0
323
Salah satu merk kopi Garut.(Ils.Net)

Tingginya curah hujan dengan durasi yang lama sepanjang Tahun 2016, hingga awal Tahun 2017 berpengaruh terhadap volume produksi kopi di Kabupaten Garut. Agus Gandi petani dan produsen kopi Garut, menuturkan, akibat musim hujan yang panjang itu, produksi kopi di Garut turun hingga 50 presen.” Produksi kopi menurun sampai 50 persen, akibat musim hujan yang terlalu lama. Sepanjang Tahun 2016 itu praktis tidak ada kemarau,” katanya.

Agus Gandi, salah seorang petani kopi di Garut

Dikatakan mantan Ketua Garut Governance Watch itu, musim hujan yang panjang juga mempengaruhi kualitas kopi menjadi, akibat hama yang menyerang biji kopi.” Karena terlalu banyak air, kualitas kopi jadi menurun juga. Akibat terlalu banyak air itu, kopi terserang penyakit broxa yang menurunkan kualitas rasa, disamping menurunnya produksi,” katanya.

Disaat produksi kopi turun, permintaan justru meningkat sehingga harga kopi menjadi naik.” Alhamdulillah harga sekarang menjadi naik, karena permintaan banyak. Sampai sekarang permintaan pasar masih bisa terpenuhi, karena hasil panen tahun lalu cukup banyak,” imbuhnya.

Disebutkan Agus, jenis kopi Robusta relatif lebih kuat terhadap penyakit broxa tadi, sehingga volume produksi tidak terlalu mengalami penurunan. Berbeda dengan jenis Arabica yang rentan terhadap penyakit. Ada pula katanya, jenis kopi yang bagus dan kuat oleh serangan penyakit, yakni jenis Kopi Sunda, dan Tifika.

Adapun kelebihan kopi asal Garut, dibanding daerah lainnya, memang karena rasanya.” Garut ini kan daerahnya banyak gunung berapi. Gunung berapi kan banyak mengandung posfor, yang menjadikan rasa kopi lebih enak,” cetusnya.

Agus juga menjelaskan, Kopi Sunda yang tumbuh baik di sekitar Gunung Guntur Garut, itu diyakini sebagai varitas kopi asli Indonesia . Karena kopi varitas lain kebanyakan dari Benua Afrika. Jenis kopi ini hanya tumbuh baik di area yang terbuka, yang cukup sinar matahari.” Saya coba tanam di tempat saya yang di bawah tegakan yang terlalu rimbun (Karacak Valey) itu tidak bagus, karena kurang cahaya,” pungkasnya. (Jay).