Permintaan Fogging Lebih Banyak  Dibanding Penanganan Covid 19

0
95

Seorang nenek Kelurahan Suci Kaler, Kecamatan Karangpawitan Garut Jawa Barat digendong Babinsa setempat untuk ikut pengobatan gratis yang dilaksanakan DPC PDIP Garut

Kandaga. Id- Penyakit DBD dan cikungunya yang kini mulai menjangkiti warga Garut,  Jawa Barat, telah menyebabkan meningkatnya permintaan pengasapan, atau fogging di permukiman penduduk. DPC PDIP Garut yang selama tiga bulan ini konsen pada penanganan Covid 19, mulai disibukan dengan permintaan fogging dari berbagai daerah.“ Sekarang permintaan fogging lebih banyak,  karena kan yang DBD dan cikungunya lebih banyak penderitanya.  Semoga pasien Covid 19 tidak bertambah lagi. ” kata Ketua DPC PDIP Garut,  Yudha Puja Turawan,  pada saat melaksanakan fogging, penyemprotan disinfektan dan pengobatan gratis yang dilaksanakan DPC PDIP Garut,  dikelurahan Suci Kaler, Kecamatan Karangpawitan,  Kamis (10/06/2020).

Dikatakan Yudha, yang juga anggota DPRD Garut itu,  pihaknya pada bulan ini fokus pada permintaan fogging dari berbagai daerah.  Untuk minggu kedua Juni ini saja ada beberapa daerah yang sudah antri minta fogging, karena merebaknya DBD dan Cikungunya. ” Esensi Panca Sila itu kan gotong royong, kami gotong royong membantu permasalahan masyarakat, memaknai Bulan Bung Karno, bulan Juni juga merupakan lahirnya Panca Sila,” katanya.

Selanjutnya, terkait DBD dan Cikungunya yang dinilainya cukup mewabah, Yudha berharap kepada Pemda Garut, dalam hal ini Dinas Kesehatan, untuk lebih banyak turun ke lapangan. ” Alhamdulillah Dinkes juga kooperatif gotong royong bersama kami dalam pengobatan gratis ini,  untuk dokternya ini dari Dinkes, biasanya kami dibantu Baguna (Penanggulangan Bencana)  PDIP Pusat. Tapi karena sedang penanganan Covid 19, makanya kami dibantu Dinkes Garut,” tuturnya.

Dalam pengobatan gratis di RW 6 Kelurahan Suci Kaler ini, bayak sekali warga yang berobat, bahkan diantaranya ada seorang nenek yang digending anggota Babinsa setempat.  (Jay).