Pengunjung  Restoran di Garut Masih Sepi

0
76

Tedi Golsom (memakai T shirt hitam) pemilik restoran Kampung Muara Sunda.

Kandaga. ID- Masa Pandemi Covid 19 yang berkepanjangan, membuat bisnis kuliner di Garut Jawa Barat, sepi pengunjung. Seperti disampaikan pengusaha
restoran Kampung Muara Sunda, Tedi  Golsom, pengunjung ke tempat usahanya di Kp. Muarasanding, Jalan Raya Bayongbong Kecamatan Garut Kota mengalami penurunan hingga 50 persen.

Karyawan KMS tengah menyemprotkan cairan disinfektan ke meja dan kursi usai digunakan makan oleh pengunjung.

” Dua bulan lalu usaha kuliner kita sudah agak lumayan, dibanding saat Garut PSBB. Tapi sekarang Jakarta PSBB lagi, kita terhambat lagi. Tingkat kunjungan ke tempat kami mengalami penurunan lagi sampai 50 persen, ” ungkapnya, Jum’at (09/10/2020).

Karenanya, Tedi berharap, kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini segera dicabut, supaya tingkat kunjungan wisatawan ke Garut kembali meningkat.

Pria penggemar motor gede Harley Davidson ini, menilai, kebijakan Pemkab Garut menerapkan PSBB Mikro per zona merah, cukup tepat.
” Saya rasa dengan PSBB Mikro ini sudah cukup tepat, jadi perekonomian tetap jalan, ” katanya.

Agar usahanya tetap jalan dan karyawannya tetap bisa punya penghasilan, di masa Pandemi Covid 19 ini, maka Wakil Ketua Asosiasi Kafe dan Restoran (Akar) itu, mensiasatinya dengan jadwal kerja secara bergilir.

” Saya yakin semua pengusaha di masa sekarang ini mengeluarkan segala kemampuan bisnisnya, dengan berbagai kiat, agar tetap bisa surfive.  Saya coba pertahankan 35 karyawan dengan scedul jadwal giliran. Hari ini satu tim masuk, besok tim lainnya, ” Ungkapnya.

Disebutkanya, usahanya saat ini terbantu dengan adanya tamu-tamu Forkopimda yang datang dari luar Garut, dengan jamuan makannya di tempat usahanya.

Seperti tamu dari Kementerian Koperasi dan UKM, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak yang melaksanakan kunjungan kerja pada Jum’at (09/10).

Selain itu, agar tamu dan karyawannya aman dari penyebaran virus Corona yang berbahaya itu, pihaknya melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Selain memeriksa suhu tubuh pengunjung dan menyemprotkan hend sanitizer, juga dilakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk meja kursi dan lantai selepas pengunjung beranjak dari tempatnya.

Meski konsep usaha Kampung Muara Sunda menyajikan (KMS) ini menyajikan menu makanan tradisional Sunda, namun penikmatnya banyak dari luar Garut, seperti tamu dari sekitar Jabodetabek.

Adapun menu andalan KMS resto, diantaranya berbagai olahan ikan gurame, serta tumis iga dan tumis kaki sapi.” Pokoknya kalau ingin merasakan kelezatan masakannya, datang aja ke tempat kami, ” Pungkas Tedi. (Jay).