Peminat ke SMPN 6 Garut Melebihi Kuota

0
146

kandaga.id – Ditengah pandemi Covid-19, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ke SMP sesuai petunjuk pelaksanaannya menggunakan dua mekanisme yaitu dalam jaringan (daring) atau online dan luar jaringan (luring) atau offline.

Dari kedua mekanisme tersebut, sekolah bisa menentukan sendiri, online atau offline, dan/atau keduanya, tergantung dari kesiapan sekolah itu sendiri, pasalnya mekanisme online ini tergantung kesiapan sistem aplikasi di sekolah itu sendiri.

WC “geulis” khusus perempuan di SMPN 6 Garut

Dari delapan SMP Negeri yang ada di Kecamatan Garut Kota, sekolah dengan menggunakan mekanisme keduanya (online dan offline) mendapat respon positif dari masyarakat, karena dinilai sangat efektif dan efisien.

SMPN 6 Garut salahsatunya, dengan menggunakan mekanisme keduanya, peminat yang mendaftar mengalami peningkatan, bahkan lebih dari jumlah yang dibutuhkan.

Kepala SMPN 6 Garut, Kecamatan Garut Kota, Darsono, S.Pd, M.Pd., merasa bersyukur pendaftar sampai hari ini tercatat sebanyak 141 peserta namun belum validasi, sedangkan yang sudah validasi sebanyak 385 peserta.

“Alhamdulillah, kerja sama berbagai pihak membuahkan hasil membanggakan. Dan ini semua berkat kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas dari para guru-guru dan TU, yang sebelumnya mereka koordinasi dan komunikasi dengan kepala sekolah,” ujar Darsono di ruang kerjanya, Jum’at (26/06/2020).

Lanjut Darsono, pihaknya membutuhkan peserta didik baru untuk 11 rombel masing-masing 32 yaitu 352, namun dikarenakan kurang ruang pihaknya akan menampung 10 rombel atau sekitar 320 peserta didik.

“Sebenarnya ada ruagan memenuhi 11 rombel, namun karena ruangan tersebut rusak dan khawatir jadi persoalan, maka ruangan tersebut untuk sementara digunakan tempat shalat dan dijadikan gudang,” jelas Darsono, mengaku ruangan yang rusak sudah diketahui pihak dinas.

Tapi, tambah Darsono, pihaknya akan berupaya menampung 11 rombel, dan sudah komunikasi dengan para guru serta TU, ruangan yang biasa untuk rapat akan digunakan ruang belajar. Karena ruangan tersebut digunakan hanya sesekali saja,” pungkasnya.

Terpantau, SMPN 6 Garut sudah siap New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), dengan mempersiapkan sarana prasarana sesuai protokol kesehatan. (Jajang Sukmana)***