Patut ditiru! Siswa SMP dan SMK Persada Bayongbong menggalang dana dan mengumpulkan sumbangan untuk korban banjir bandang di Garut

0
361

.14352075_10205393767118407_3923153074855523244_o

Lain hal dengan ulah segelintir orang yang malah mengolok-olok kejadian bencana banjir bandang yang melanda sedikitnya 7 kecamatan di kabupaten Garut dan mengakibatkan 20 orang meninggal dan puluhan orang lainnya dinyatakan hilang, Selasa malam (20/09/2016).

Kegiatan positif yang patut diapresiasi dilakukan oleh puluhan siswa SMP dan SMK Persada Bayongbong yang melakukan penggalangan dana dan mengumpulkan sumbangan dari warga di 3 desa, yaitu desa Pamalayan, desa Ciburuy dan desa Cintanagara kecamatan Bayongbong.

Sekitar 80 siswa yang merupakan anggota osis dan pramuka itu dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang berkeliling kesetiap rumah warga untuk mengumpulkan sumbangan. Salah seorang siswa SMK Persada Bayongbong, Wanda mengatakan ia dan teman-temannya tergerak untuk melakukan penggalangan dana dan pengumpulan sumbangan setelah melihat berita broadcast di media sosial miliknya tentang bencana banjir bandang di Garut, ia juga mengatakan jika dirinya sangat kesal ketika membaca postingan orang yang malah mengolok-ngolok dan tidak memiliki rasa empati kepada para korban.

“Kita baca berita di BBM soal banjir di Garut, kita juga sempet kesel baca pesan BC (broadcast) soal orang yang malah kesannya gembira dan ngebecandain bencana, dari situ setelah mengobrol dengan yang lain semuanya setuju untuk melakukan penggalangan dana, semoga saja hal kecil yang kita lakukan ini bisa bermanfaat bagi para korban,” tutur Wanda di sela kegiatan amal penggalangan dana di halaman salah seorang warga desa Pamalayan, Rabu sore (21/09/2016).

Sementara itu, kepala SMK Persada Bayongbong, Iman Tasdik mengatakan jika kegiatan amal tersebut merupakan inisiatif siswa sekolah yang ia kepalai itu, ia pun mengaku salah mengapresiasi dan mendukung kegiatan amal siswanya dengan memfasilitasi para siswa untuk langsung memberikan bantuan yang sudah terkumpul langsung ke posko bencana hingga diterima para korban.

“Kegiatan amal itu murni inisiatif siswa, kami sangat mengapresiasi sekaligus bangga ternyata di usia muda mereka sudah memiliki jiwa sosial yang tinggi. Nantinya semua bantuan berupa uang dan pakaian atau segala bentuk sumbangan yang sudah terkumpul akan diberikan secara langsung ke posko-posko bencana yang sudah ada, pihak sekolah akan fasilitasi para siswa agar mereka bisa secara langsung memberikannya sendiri kepada para korban,” tuturnya

Puluhan siswa SMP dan SMK Persada Bayongbong melakukan kegiatan amal penggalangan dana dan mengumpulkan sumbangan dari warga selepas jam pelajaran sekolah selesai, berdasarkan pantauan mereka terlihat masih berkegiatan hingga menjelang magrib. Agus Muhram