Panen Raya Padi  Bimbingan TNI Tonasenya Naik

0
31

Wakil Bupati Garut beserta Dandim 0611, Kapolres dan Kasi Intel Kejari ikut panen raya

Kandaga.ID- Salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yakni Kp. Panawuan, Desa Sukajadi, Kecamatan Tarogong Kidul yang terkenal memiliki kwalitas bagus. Untuk lebih meningkatka produktifitas padi di daerah itu, Jajaran TNI pun turut melakukan pembinaan kepada para petani. Berkat bimbingan TNI tersebut produksi padi mengalami peningkatan pada saat panen raya, yang biasaya satu hektar menghasilkan 8,5 ton, menjadi sekitar 10 ton.

Wakil Bupati Garut dan unsur Forkopimda tengah merontokan biji padi hasil panen raya.

Panen raya komoditi padi program ketahanan pangan tahun 2020 dilaksanakan di RW.9 Desa Sukajadi Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (27/8). Kegiatan tersebut dihadiri Dandim 0611/Garut, Letkol Czi Dr Deni Iskandar, S.T., M. Han., M.D.M., CAN bersama Kapolres Garut dan Wakil Bupati Garut.


“Ini sebagai wujud kepedulian TNI AD Terhadap Perekonomian Bangsa. Ketahanan pangan sangat perlu, untuk itu TNI memberikan pembinaan dalam rangka meningkatkan produktivitas,” kata Dandim 0611/Garut, Letkol Czi Dr Deni Iskandar, S.T., M. Han., M.D.M., CAN.

Meski di tengah pandemi, TNI disiapkan untuk membantu ragam sektor, termasuk ekonomi maupun kesehatan untuk terus menunjukkan tren baik, diantaranya pertanian.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, mengungkapkan, dalam kondisi pandemi Covid19, sektor pertanian harus berjalan dengan baik. Karena menurutnya, pengaruh paling kecil dengan adanya pandemi adalah sektor pertanian.

“Yang paling memungkinkan bisa bangkit pertama sektor ekonomi itu pertanian. Untuk itu kita terus dorong kinerja dan sektor bertani, dan menjadi triger.

“Pertumbuhan minus 5,3 persen, tidak hanya pertanian tapi sektor lain. Mudah-mudahan sektor lainnya terbantu. Dilihat dari hasil panen (Kabupaten Garut, red), jauh dari surplus (dibandingkan tahun lalu, red), walaupun alih fungsi lahan cukup besar, tapi hasil panen berdasarkan hitungan masih tercukupi,” ujarnya.

Namun dengan alih fungsi lahan ini menurutnya, cukup berpengaruh bagi buruh tani yang penghasilan sehari harinya hanya mengandalkan upah dari pemilik lahan pertanian. ” Ya kebanyakan di kita ini buruh tani, memang masih banyak kesulitan bagi buruh tani, karena mereka tidak punya lahan. Berapapun banyaknya hasil pertanian, penghasilan buruh tani itu tetep saja segitu,” pungkasnya  (Jay).