Nadzom dan Sholawat Bergema di Singajaya

0
447

 Minggu pagi (4/11), ada suasana yang berbeda di SMPN 2 Singajaya. Bukan karena becek dan basah sisa hujan yang memang mulai memasuki musimnya, melainkan karena halaman sekolah tersebut tiba-tiba saja dipenuhi oleh ratusan santri kecil bersama para pembimbing dan juga orang tuanya. Mereka adalah para santri Majlis Taklim yang kebanyakan masih berstatus sebagai pelajar sekolah dasar. Mereka berdatangan dari berbagai pelosok di kecamatan Singajaya.

Ternyata para santri itu memang diundang oleh sivitas akademika SMPN 2 Singajaya untuk turut berpartisipasi dalam salah satu kegiatan keagamaan yang mereka selenggarakan. Para pelajar SMPN 2 Singajaya yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), didukung oleh Kepala Sekolah dan para gurunya, sengaja mengundang mereka untuk turut menyambut dan memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad, melalui kegiatan Festival Nadzom dan Sholawat se-Kecamatan Singajaya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pembantu Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ijang Iskandar, S.Pd.I. Dalam sambutannya, PKS Kurikulum mengharapkan kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini, tidak menjadi yang terakhir. Beliau berharap, kegiatan yang ditujukan untuk memperdalam kecintaan dan keteladanan para siswa kepada Rasululloh ini, akan menjadi kalender tahunan SMPN 2 Singajaya.

Dalam kegiatan ini, para peserta yang masing-masing diwakili oleh delapan orang santri, mendapat kesempatan untuk menampilkan kreasinya di atas panggung. Secara bergiliran, mereka melantunkan nadzom dan sholawat nabi. Setiap peserta memiliki gaya, kreasi, nada, dan tampilan yang berbeda satu sama lain. Tapi yang membanggakan, mereka semua begitu menikmati kesempatan tampil di atas panggung.

Untuk menilai penampilan para peserta, panitia mengundang tiga orang juri yang dianggap kompeten. Mereka adalah Ustad Bubun dari Singajaya, Ustad Agus Rochaendi, pengasuh SMART Community Banjarwangi, dan Kang Inda, seorang sastrawan dan penggiat kebudayaan di Kota Garut.

Kegiatan ini juga menjadi lebih lengkap dengan dilaksanakannya talkshow yang mengangkat tema Peran Sastra Tutur (Nadzom dan Sholawat) Bagi Tumbuh Kembang Generasi Milenial. Talkshow ini menghadirkan pembicara antara lain Kang Inda mewakili sastrawan, Agus Rochaendi mewakili pengasuh anak muda, Ajengan Ajid mewakili sesepuh dan tokoh agama, serta Firda VoB mewakili kaum milenial. Talkshow yang dipandu Abah Erza berjalan begitu hangat. Para pembicara dan audiens terlihat begitu dekat. Keempat pembicara bersepakat, bahwa nadzom dan sholawat harus terus digemakan. Melalui nadzom dan sholawat, ummat islam bisa menjalankan syiar dakwah. Hanya saja, untuk mengimbangi zaman, dibutuhkan kreatifitas dan inovasi untuk membuat nadzom dan sholawat digemari oleh generasi milenial dan generasi berikutnya.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan grup band berhijab VoB, yang menggetarkan panggung dengan lagu-lagu cadas bernafaskan religi milik mereka. Firda dan kawan-kawan mengajak para peserta untuk bahagia bersama dalam music mereka.

Kegiatan pun ditutup dengan pembacaan keputusan juri tentang hasil kejuaraan, dan penyerahan tropy dan piagam penghargaan kepada para juara. Keluar sebagai juara pertama Majlis Taklim Daarul Hikmah Cilumbung desa Cigintung. Juara kedua diraih oleh Majlis Taklim Alkawakib Sindangsari desa Sukawangi, dan juara ketiga adalah Majlis Taklim Al-Khawari  Sindangluyu desa Sukawangi. Serta satu juara favorit, yang diberikan kepada Majlis Taklim Al-Mukhtar Cibongas desa Sukawangi. *** Inda Nugraha Hidayat