Ketua Baznas : Ada Kesadaran Guru untuk Bayar Zakat

0
229
Ketua Baznas Kabupaten Garut, Rd. Aas Kosasih, S.Ag
Ketua Baznas Kabupaten Garut, Rd. Aas Kosasih, S.Ag

KANDAGA.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut untuk yang kedua kalinya mengadakan sosialisasi zakat kepada satuan pendidikan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Jl. Pembangunan No. 176, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Acara yang dihadiri Kasi Kelembagaan dan Kesiswaan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ocep Sujadi, SH., MH., Ketua dan Anggota Baznas Kabupaten Garut, para kepala UPT Pendidikan se-Kabupaten Garut dan tamu undangan lainnya, Kamis (9/8/2018).

Ketua Baznas Kabupaten Garut Rd. Aas Kosasih, M.Ag., mengatakan, Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman begitu perhatian sekali terhadap zakat, dengan demikian diharapkan bulan September-Oktober 2018 guru SD dan SMP bisa membayar zakat melalui Baznas, untuk disalurkan kembali kepada para mustahiq melalui beberapa program yang miliki Baznas yaitu Garut Cerdas, Garut Sehat, Garut Taqwa, Garut Peduli, dan Garut Makmur.

“Mudah-mudahan kesadaran guru untuk bayar zakat semakin meningkat, dan jadi tambahan yang signifikan bagi Baznas, sehingga lebih besar lagi yang akan diterima oleh masyarakat Kabupaten Garut khususnya para mustahiq,” ujarnya.

Menurutnya, zakat dari pendidik yang nominalnya mencapai Rp. 1,3 trilliun 2.5% nya bayar zakat, maka akan kelihatan berapa yang masuk ke Baznas. Tapi, jika ada guru yang gajinya mengalami minus tidak memaksa.

“Jika gaji guru minus kita lewat, artinya kita belajar dulu ketika saya sekolah, ketika akan mengisi soal ujian atau seleksi, kerjakan yang gampang dulu, baru yang susah kemudian. Oleh karena ini, yang siap dulu dikondisikan, baru yang minus perlu adanya edukasi pembinaan-pembinaan,” ujarnya.

Rd. Aas menjelaskan, dari pendidikan sebesar Rp. 2,3 milyar per tahun baru masuk per bulannya Rp. 18 juta, yang sekarang ada peningkatan Rp. 26 juta.
“Mudah-mudahan zakat dari guru bulan September-Okotober ada peningkatan minimal 20-30% dari keseluruhan,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)***