Kekerasan Terus Meningkat, Garut Masih Dianggap Kota Layak Anak

0
108

KANDAGA.ID – Meski tindak kekerasan terhadap anak-anak masih cukup memprihatinkan. Kabupaten Garut kembali menerima penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak Kategori Pratama. Tidak hanya itu, penghargaan lain diberikan kepada SLB-B (Sekolah Luar Biasa) sebagai Sekolah Ramah Anak 2019. Prosesi penyerahan sendiri dilaksanakan di Hotel Four Points, Jl. Andi Djemma No.130, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan puncak peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2019, Selasa (23/07/2019).

Dirilis situs garut.go.id, penghargaan serupa pernah diraih Kabupaten Garut dengan menyabet dua penghargaan, yakni sebagai Kabupaten Layak Anak Kategori Pratama dan Puskesmas dengan Pelayanan Ramah Anak Terbaik.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya mewujudkan Kabupaten Garut Layak Anak, mudah-mudahan untuk tahun selanjutnya bisa meraih Kabupaten Layak Anak dengan predikat yang lebih memuaskan,” kata Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Pengeloaan Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabaten Garut, Rahmat Wibawa, usai menerima penghargaan mewakili Pemkab Garut.

Menurut Rahmat, untuk mendapatkan penghargaan KLA tahun 2019, Kabupaten Garut telah berhasil menginput data dengan capaian nilai 772,85 point.

“Tentunya kalau berdasarkan perolehan point tersebut Kabupaten Garut sudah bisa masuk Kategori Nindya, tapi berdasarkan verifikasi lapangan dari Kementerian PPPA, untuk tahun 2019 Garut hanya mendapatkan nilai 579,5 point. Artinya, masih tetap dengan Kategori Pratama,” ujarnya.

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Lenny N Rosalin mengemukakan bertambahnya jumlah kota penerimaan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2019 menjadi bukti meningkatnya perhatian pemerintah daerah terhadap perkembangan anak di wilayahnya.

“Tahun lalu di Surabaya yang mendapat penghargaan KLA sebanyak 177 kabupaten/kota dan jumlahnya tahun ini cukup mendekati 200, bahkan bisa saja lebih,” ujarnya di Makassar, Selasa (23/07/2019. (Jajang Sukmana)***