Jubir Ricky: Tiap Hari Penularan Covid-19 di Garut Mengalami Penurunan

0
92

KANDAGA.ID – Pusat Informasi dan Koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut merilis perkembangan pada Senin 13 April 2020 hingga pukul 16.00 WIB, positif masih tetap 2 kasus dari total kasus OTG, ODP, PDP dan Konfirmasi +) sebanyak 2.186 kasus.

“OTG sebanyak 177 orang, semuanya masih dalam proses observasi selama 14 hari ke depan. ODP sebanyak 1.976 kasus terdiri dari 428 kasus masih pemantauan, 16 dalam perawatan, dan 1.532 selesai pemantauan,” jelas Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky Rizki Darajat di Command Center.

Lanjut Ricky, PDP : 31 kasus terdiri dari 11 kasus sedang dalam perawatan, dan 20 kasus selesai pengawasan dan dipulangkan dari RSUD dr. Slamet Garut. Sedangkan konfirmasi +) masih 2 kasus yaitu 1 dalam perawatan di RSUD dr Slamet, dan 1 kasus isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium.

“Jumlah ODP yang terdeteksi hari ini di fasilitas kesehatan, yaitu sebanyak 11 kasus. Sekali lagi, langkah ini merupakan jumlah temuan paling rendah dalam 1 bulan terakhir. Sehingga dapat diasumsikan bahwa proses penularan Covid-19 di masyarakat tiap hari mulai mengalami penurunan,” jelasnya.

Adapun jumlah ODP yang telah dilakukan rapid test lanjut Ricky, sebanyak 880 orang dari total 1.240 ODP yang ada di Kabupaten Garut.

“Berdasarkan laporan data OPD per tanggal 24 Maret 2020 sesuai dengan distribusi rapid test dari provinsi. Dan sampai saat ini belum ada penambahan kasus positif hasil rapid test, atau masih tetap 4 kasus (0.05%),’ ujar Ricky.

Perlu disampaikan pula, tambah Ricky, bahwa hari ini telah dilaksanakan pemeriksaan rapid test pada kontak erat dengan KC-1 sebanyak 32 orang, dan seluruhnya dinyatakan hasilnya non re-aktif atau negatif.

“Hari ini di Kecamatan Wanaraja telah dilaksanakan pemakaman seorang laki-laki, usia 67 tahun terduga Covid-19 yang meninggal di Bandung, dan benar pasien ini telah mendapatkan perawatan/dirawat di salah satu rumah sakit di Bandung,” ujar Ricky,

Lebih jauh Ricky menjelaskan, pasien tersebut memang selama ini tinggal di Bandung, akan tetapi memang yang bersangkutan berasal dari Kecamatan Wanaraja.

“Namun Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan, masyarakat di sekitar pemakaman tidak ada yang menolak,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)***