Jubir Ricky: Kasus Covid-19 di Garut Mengalami Penurunan

0
129

Ricky R Darajat

KANDAGA.ID – Jubir Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky R Darajat, mengatakan penularan Covid-19 di masyarakat sudah terkendalikan, terbukti jumlah kasus mengalami penurunan, baik OTG, ODP dan PDP serta positif.

“Jumlah ODP yang terdeteksi hari ini di faslitias kesehatan, sebanyak 20 kasus, angka ini merupakan jumlah temuan paling rendah dalam 3 minggu terakhir, sehingga dapat diasumsikan bahwa proses penularan Covid-19 di masyarakat sudah bisa terkendalikan,” kata Ricky melalui jaringan telepon seluler, Sabtu (11/4/2020).

Adapun Perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut hari ini Sabtu 11 April 2020 sampai dengan Pukul 18.00 WIB, total kasus (OTG, ODP, PDP dan Konfirmasi +) sebanyak 2.159 kasus.

OTG : 177 orang semuanya masih dalam proses observasi selama 14 hari ke depan;

ODP : 1.949 kasus* (664 kasus masih pemantauan, 15 dalam perawatan, dan 1.270 selesai pemantauan);

PDP : 31 kasus (11 kasus sedang dalam perawatan dan 20 kasus selesai pengawasan dan dipulangkan dari RSUD dr. Slamet Garut);

Konfirmasi + : 2 kasus, terdiri 1 dalam perawatan di RSUD dr. Slamet, 1 kasus isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium;

Jumlah ODP yang telah dilakukan rapid test sebanyak 763 orang dari total 1.240 ODP yang ada di Kabupaten Garut. Belum ada penambahan kasus positif hasil rapid test, atau masih tetap 4 kasus (0.52%).

Menurut Ricky, penanganan Covid-19 perlu kerja keras dari seluruh unsur baik pemerintah maupun swasta dan masyarakat, bersama-sama melakukan upaya pencegahan dan tentunya tidak lupa dengan menghimbau agar mengurangi mobilitas ke daerah zona merah.

“Ingat… hampir 95% kasus PDP dan ODP yang ditemukan di Kabupaten Garut, memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan status zona merah,” ujarnya.

Lanjut Ricky, perlu disampaikan pula, bahwa KC-1 dan KC-2 sampai saat ini kondisinya mengalami perbaikan secara progresif. Artinya tinggal menunggu hasil pemeriksaan laboratorium PCR ulangan apabila hasilnya negatif maka sudah barang tentu dapat diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

“Marilah… kita sama-sama mendoakan atas kesembuhan kasus konfimasi positif 1 dan 2, selain itu kita senantiasa berdoa juga jangan sampai ditemukan kasus-kasus baru konfirmasi positif Covid-19,” ajak Ricky, patuhilah atas semua anjuran pemerintah dalam upaya pencegahan penularan Covid-19, demi kebaikan kita bersama. (Jajang Sukmana)***