Intimidasi Pendaki, Oknum di Gunung Guntur Acungkan Golok

0
107

Pariwisata Garut lagi-lagi dicederai oknum  tidak bertanggung jawab, kali ini sebuah posting di lini masa kembali menjadi perbincangan hangat warganet , obyeknya lagi-lagi tentang pungli di Gunung Guntur. Kabar memalukan ini tersebar luas dan menjadi viral setelah sebuah akun bernama @enopita11 membagikan video di beranda instagramnya.Hingga saat ini postingan tersebut sudah dilihat lebih dari 5.000 pengunjung dan dikomentari puluhan warganet lainnya

View this post on Instagram

STOP PUNGLI !! . . 18-20 Agustus lalu kami melakukan pendakian Mt.Guntur 2.249 mdpl via Citiis. Saat di basecamp sebelum memulai pendakian, dijelaskan oleh pihak pengelola bahwa selama bulan Agustus pendakian Mt.Guntur free simaksi dan (seharusnya) tidak ada pungli. Tapi saat dalam perjalanan menuju Pos 1, kami dihadang oleh seorang laki2 paruh baya (sekitar 40an th) yg menyatakan diri sebagai "Ketua". Laki2 tsb meminta kami membayar 2.500 per-org. Kami menolak dg tegas, dan karena kami menolak laki2 tsb semakin menjadi2. Dia menghadang dan menarik2 lengan kami sambil mengancam dg senjata tajam golok dan sekop pasir (Bahkan perempuan pun diancam dan ditarik2). . Pungli seperti ini sangat meresahkan!! Mohon ditindak tegas. . Cc @cel_mrcl @raiinys @rahaditiya @kazamasayuuya @parryditya @mountnesia @pendaki_gunung @gunungindonesia . #viralkan #sebarkan #terangkanlah #etaterangkanlah #stoppungli #nopungli #guntur #mtguntur2249mdpl #garut #pariwisatagarut #exploregarut #jawabarat #pendakiindonesia #id_pendaki #pendakiid #mountainesia #mountnesia #anakgunung #pecintaalam #pecintagunung #exploregunung #exploreindonesia #urbanhikers

A post shared by eno (@enopita11) on

Dalam captionnya, ia menulis naik ke Gunung Guntur melalui jalur Citiis. Saat di basecamp mereka menerima penjelasan dari pengelola tak ada Pungli dalam bentuk apapun. Tetapi nyatanya saat mereka di tengah perjalanan, ada seorang laki-laki paruh baya yang menghadang dan meminta sejumlah uang. ” Laki-laki itu mengaku ketua dan memaksa kami membayar Rp 2. 500 per orang. Karena kami menolak memberi, laki-laki itu menghadang dan menarik-narik lengan kami sambil mengancam dengan golok dan sekop pasir,” tulisnya

Postingan ini sontak mengundang komentar warganet. ” Gila pungli sudah sampai ke gunung, besok-besok nyelem ke laut ada pungli juga,” tulis warganet berakun Agus Salim.  Warganet lainnya menimpali, gara-gara ulah seorang nama Garut jadinya tercoreng. Seorang warganet lainnya menulis, orang yang melakukan pungli itu kondisi kejiewaannya sakit dan meminta maklum dari semua. ” Harap dimaklum rada memiliki gangguan jiwa orangnya,” tulis warganet berakun indra. (Herdy Pranadinata) ***

 

.