Inti Literasi, Menempatkan Pada Tempatnya

0
322

KANDAGA.ID – Sejumlah 11 sekolah binaan Pengawas, Ida Rosidah, M.Pd., melaksanakan kegiatan Sosialisasi hari keempat di SDN Regol 10, Jl. Ranggalawe No. 1, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (10/1/2019).

Sebelum kegiatan diawali dengan membacakan susunan acara kegiatan oleh Kepala SDN Regol 10 Kecamatan Garut Kota, Ema Nurjamilah, S.Pd.SD., M.M., dilanjutkan mengumandangkan ayat suci Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan-sambutan.

Koordinator Pengawas (Korwas), Memet Moch. Sobur, S.Pd., M.M.Pd., mengawali sambutan dengan memaparkan secara singkat Gerakan Literasi Sekolah (GSL) yang berkaitan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

Ketua PGRI Kecamatan Garut Kota, Asep Hidayat Paweka, M.M.Pd., dan Ketua K2S, H. Ahmad, S.Pd.SD., meminta agar mengikuti secara seksama sampai akhir, karena banyak manfaatnya terutama untuk pembentukan anak.

“Ada tiga media bahan literasi, yaitu media cetak, elektronik dan internet. Selsin itu, bagi yang belum memiliki perpustakaan dapat memanfaatkan sudut-sudut baca dan menggunakan pohon literasi,” ujar H. Ahmad.

Sementara Ketua PGRI mengajak, Kecamatan Garut Kota jangan kalah sama kecamatan lain pada lomba tahunan tingkat kabupaten seperti O2SN, FLS2N, dan lain sebagainya, ternasuk pada lomba literasi yang akan digelar.

“Target Garut Kota juara, untuk itu mari kita rebut kembali prestasi juara umum,” ajak Asep.

Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Dasar Kecamatan Garut Kota, Drs. H. Engkur, SH., M.Si., bertanya kepada seluruh peserta, apa yang paling di suka anak di sekolah? Ajak anak-anak bernyanyi dengan lagu yang banyak makna dan pesan literasinya untuk merubah karakter anak.

“Literasi ini program pemerintah, ada yang dibiayai langsung dan ada yang menggunakan Biaya Operasional Sekolah (BOS),” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan Kurikulum di Indonesia sudah 10 kali perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan jaman, supaya anak lebih pintar.

“Selain itu, dalam waktu dekat akan diberlakukan 5 hari kerja, jika ada yg sudah siap, silahkan saja,” ujarnya.

Menurutnya, jaman sekarang guru galak tidak berlaku lagi, makanya sekolah harus membuat tata tertib sekolah dan harus menyampaikannya kepada orang tua peserta didik, tentang perkembang pembelajaran di sekolah.

“Sekolah harus ramah lingkungan, sekolah harus memberi contoh yang baik, termasuk saya sendiri harus memberi contoh kepada bapa ibu guru. Saya tidak pernah memarahi guru walaupun sudah 4 tahun menjabat di Garut Kota, itu saya lakukan sebagai literasi,” pungkasnya.

Sementata Pengawas Bina, Ida Rosidah, M.Pd., berpesan agar memperhatikan dengan seksama, cernati selama mengikuti kegiatan ini.

“Literasi pada intinya menempatkan pada tempat yang seharusnya. Buat aplikasi untuk pelaksanaan literasi agar satu persepsi,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)***