Guru TK Se-Kabupaten Garut Mendapat Pelatihan Menulis Buku dari IGKTI Jabar

0
222

KANDAGA.IDMeretas Gagasan Melalui Pelangi Literasi, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia-Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Garut melenyelenggarakan Pelatihan Menulis Buku Bagi Guru Taman Kanak-Kanak se-Kabupaten Garut, dilaksanakan di Gedung Pendopo, Jl. Kiansantang No. 2 Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Bawat, Rabu (25/9/2019).

Pelatihan dibuka Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut, Totong, S.Pd.,M.Si., ini diikuti lebih kurang 300 peserta yang dihadiri Ketua IGTKI Jawa Barat, Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Garut Kota, Drs. H. Engkur, SH., M.Si., Ketua IGTKI Kabupaten Garut, Tati Nurbaeti, S.Pd., MM., dan tamu undangan lainnya.

Tajug pelatihan, merupakan strategi akselesai capaian bidang pendidikan berbasis sinergitas dan kolaborasi anggaran APBD, Dana Desa, CSR Perusahaan, dan Baznas Kabupaten Garut.

“Kegiatan dari IGTKI Provinsi dan IGTKI-PGRI Kabupaten Garut ini luar biasa, karena melatih para guru TK, apalagi ini ada program literasi, dan tentunya harus menjadi membuka wawasan guru untuk suka menulis,” ujar Totong usai membuka acara.

Totong menjelaskan, sekarang ada program writing tone untuk guru TK, SD, dan SMP, menulis marathon jelajah Garut dan potensi Garut tentang kuliner, budaya, seni, pariwisata yang hadiahnya Rp. 65 juta.

“Nanti di bulan Oktober sudah diaplikasi kita akan karantina 25 orang. Tinggal bagaimana mengikuti penguatan-penguatan bapak ibu guru dengan tema-tema jelajah Garut tadi,” pungkasnya.

Ketua IGTKI Kabupaten Garut, Tati Nurbaeti, S.Pd., MM., mengatakan, kegiatan pelatihan menulis bagi guru TK se-Kabupaten Garut meretas gagasan melalui pelangi literasi.

“Kegiatan ini program IGTKI Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan di tiap kabupaten/kota di seluruh Provinsi Jawa Barat. Sehubungan agenda yang padat Kabupaten Garut baru bisa melaksanakan hari ini,” jelasnya.

Dirinya berharap, dari kegiatan ini dapat memotivasi guru TK, agar bisa mengembangkan potensi menulis, baik cerita ataupun apa saja yang penting manfaat bagi pendidikan. (Jajang Sukmana)***