Grace : Meski tak Miliki Gawai, Siswa Tetap Harus Belajar

0
41

kandaga.id – Penasihat Dharma Wanita Kemensos, Grace Juliari Batubara, beserta rombongan berkunjung ke Kabupaten Garut, tepatnya di SMP/SMK Al-Hikmah, serta mengunjungi rumah siswi berinisial S (13) di Kampung Nagrak, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Rabu (02/09/2020).

Rombongan diterima istri Bupati Garut, Diah Kurniasari Rudy Gunawan, didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah serta dihadiri Camat, Danramil dan Kapolsek Tarogong Kaler.

Selain memberikan bantuan kepada siswa tak mampu, kunjungan Kemensos ke Garut yang sekaligus untuk memberikan bantuan paket sembako kepada warga yang belum atau tidak mendapatkan bantuan langsung tunai dari pemerintah.

Sebanyak 2.000 paket sembako dibawa Kemensos, 1.000 paket di antaranya dibagikan kepada warga Kabupaten Garut, sedangkan sisanya dibagikan kepada warga di Kabupaten Indramayu.

Penasihat Dharma Wanita Kemensos, Grace Juliari Batubara mengatakan, pihaknya sengaja datang langsung ke Kabupaten Garut, selain memberikan paket sembako, juga memberikan bantuan gawai kepada siswi S. Sebab, kisah mengenai orang tua siswa yang mencuri smartphone demi anaknya agar bisa belajar secara daring disebut sangat memprihatinkan.

“Itu sangat menyentuh sekali. Karenanya, saya ke Garut, saya sempatkan ke sini untuk memberikan bantuan dari Kemensos dan Oase Kabinet Indonesia Maju,” kata istri Menteri Sosial Juliari P Batubara kepada beberapa wartawan.

Grace menuturkan, bantuan yang diberikan kepada siswi S adalah berupa laptop dari Oase Kabinet Indonesia Maju. Selain itu, siswi itu juga diberikan bantuan berupa smartphone dan sejumlah perlengkapan sekolah dari Kemensos.

“Kejadian orang tua mencuri smartphone demi anaknya belajar secara daring tak boleh lagi terulang. Saya minta masyarakat sekitar juga harus saling membantu dalam proses pembelajaran anak selama masa pandemi Covid-19,” ucap Grace, dengan begitu, warga yang kurang mampu dapat tetap belajar bersama meski tak memiliki gawai. Grace menegaskan, kejadian ini harus menjadi pelajaran semua pihak.

Ia meyakinkan, pemerintah terus memberikan bantuan kepada siswa dan guru untuk mendukung pembelajaran secara daring. Grace .mencontohkan, saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga sedang memproses bantuan kuota internet gratis kepada guru dan siswa agar mereka tak terbebani selama melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Rombongan selanjutnya meneruskan kunjungannya ke Desa Lohbener, Blok Jembata Merah, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. (Jajang Sukmana/mediacenter.garutkab.go.id)***