Gitar Seharga Rp. 35 Juta Iringi SMPN 4 Garut ke Tingkat Nasional

0
132

KANDAGA.ID – Untuk mencapai sebuah prestasi tidak segampang membalikan tangan, selain membutuhkan pengorbanan yang menguras waktu dan tenaga juga biaya yang tidak sedikit. Selain itu, juga harus memiliki tekad, keberanian dan spekulasi serta yakin akan tujuan yang akan dicapai.

Itulah sedikit gambaran yang terucap dari Kepala SMPN 4 Garut Kecamatan Garut Kota, Burhan, S.Pd. M.Pd., saat berbicang dengan Kandaga di ruang kerjanya di Jl. Ahmad Yani No. 203, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (29/8/2019).

Burhan mengatakan, anak didik dari sekolah yang dipimpinnya telah berhasil meraih juara pertama Duet Gitar Klasik pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SMP tingkat kabupaten, dan otomatis mewakili Kabupaten Garut pada FLS2N tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Narima Hotel Cibogo, Kabupaten Bandung Barat, selama tiga hari, Rabu-Jumat (14-16/8/2019) baru lalu.

“Tahun-tahun sebelumnya setiap kegiatan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SMP tingkat Provinsi Jawa Barat, SMPN 4 Garut selalu meraih juara ketiga, padahal anak didik yang akan ikut lomba duet gitar klasik ini sudah maksimal dan merasa yakin akan meraih juara pertama,” ucapnya.

Nazhila Nurul Hayyinun dan Mahin Abdul Mu’min

Menurut Burhan, sejak itu kami hanya menggunakan gitar yang standard dengan harga yang tidak begitu mahal, sedangkan dari kabupaten/kota lain termasuk yang meraih juara rata-rata harga gitarnya dikisaran Rp. 5 jutaan.

Untuk hal tersebut tambah Burhan, dirinya bersama guru dan pelatih mengadakan evalusi. Apa yang menjadi kendala? Dan kenapa selalu meraih juara ketiga? Setelah di evaluasi ternyata di alat.

Nazhila Nurul Hayyinun dan Mahin Abdul Mu’min didampingi pelatih gitar yang juga sebagai guru seni budaya, Raga Dipanegara, S.Pd., dan guru seni tari, Eka Desiyana S.Pd.

“Akhirnya kami sepakat untuk membeli gitar seharga Rp. 35 juta buatan Singapura dengan bahan kayu besi dari Spanyol, dan gitar itu biasanya dipakai musisi papan atas seperti Iwan Fals, Slank, Sawung Jabo, dan musisi papan atas lainnya. Dan Alhamdulillah anak didik kami menjadi juara pertama FLS2N SMP tingkat Jawa Barat tahun 2019 dari mata lomba duet gitar klasik dan jadi perwakilan Provinsi Jawa Barat ke tingkat Nasional yang rencananya dilaksanakan di Provinsi Banten bulan September 2019 mendatang,” jelasnya.

Menurut Burhan, gitar klasik tersebut lebih berat dari gitar elektrik dan sangat sensitif, sehingga jadi pertaruhan antara menang dan kalah. Sebab jika jari tangan memetik gitarnya benar kita juara atau sebaliknya.

Kepala SMPN 4 Garut, Burhan, S.Pd. M.Pd., foto bersama Salsabila Putri Andini dan Diva Sepia.

Jadi menurut Burhan, menggunakan gitar klasik ini jadi pertaruhan, antara menang dan kalah. Dan untuk mengantisipasi kesalahan, kami melatihnya hampir tiap hari setelah selesai kegiatan belajar mengajar.

“Alhamdulillah, anak didik kami yaitu Nazhila Nurul Hayyinun kelas VIII-G dan Mahin Abdul Mu’min kelas VIII-I berhasil meraih juara pertama. Dan keingian mereka sederhana ingin berjabatan tangan dengan Bapak Bupati Garut sekaligus mohon do’a restu untuk bertanding di tingkat Nasional,” pungkas Burhan, dan berkat meraih juara pertama mendapat uang pembinaan dari penyelenggara sebesar Rp. 3 juta dan kami memberikan hadiah handphone Samsung J5.

Sementara itu, Nazhila yang jago basket dan bercita-cita ingin jadi dokter serta Mahin yang bercita-cita ingin jadi seniman ini merasa bersyukur, bangga dan bahagia atas raihan prestasi ini. Menurutnya, tanpa bimbingan dari pelatih Bapak Raga Dipanegara, S.Pd., yang juga sebagai guru seni budaya di SMPN 4 Garut ini tidak mungkin bisa dan mampu meraih presatasi.

Pada kesempatan ini, Kepala SMPN 4 Garut, Burhan, S.Pd. M.Pd., menyerahkan SK Honorer dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut kepada Raga Dipanegara, S.Pd., Kamis (29/8/2019).

“Untuk itu, kami mohon do’a dan dukungannya dari seluruh masyarakat Jawa Barat khususnya Kabupaten Garut, semoga kami kembali dapat mengharumkan SMPN 4 Garut, Kabupaten Garut dan Provinsi Jawa Barat di tingkat Nasional,” harapnya.

Di tempat yang sama pelatih gitar, Raga Dipanegara, S.Pd., mengatakan, sebagai pelatih merasa bangga anak didik telah berhasil meraih prestasi.

Raga menjelaskan, untuk mendapatkan peserta didik yang akan dipertandingkan itu sebelumnya dilakukan audisi untuk mecari yang layak. Selain itu juga harus membuat formula, karena mereka semua berangkat dari nol besar.

“Alhamdulillah setelah menempuh beberapa proses tahapan akhirnya Nazhila dan Mahin jadi peserta, dan dapat membawa harum SMPN 4 Garut dan Kabupaten Garut. Untuk itu, hargai proses untuk keberhasilan sebab juara itu bonus dari kepuasan,” pungkasnya.

Selain prestasi di bidang seni, SMPN 4 Garut juga prestasi di bidang olahraga, terbukti dua perserta didik lainnya yaitu Diva Sepia meraih medali emas dari tanding (kyorugi) dan Salsabila Putri Andini meraih medali perak dari pertandingan gerak pada kejuaraan Taekwondo se-Priangan Timur yang digelar di GOR Beladiri Ciateul, Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, selama dua hari, Sabtu-Minggu (24-25/8/2019) baru lalu. (Jajang Sukmana)***