Gelar Komurindo-Kombat 2017, Lapan Ajak Siswa SMA ke Santolo

0
236
Peserta didik di SMAN 1 Garut, antusiasmendengarkan paparan dari Lapan
Peserta didik di SMAN 1 Garut, antusias mendengarkan paparan dari Lapan

LAPAN menyelenggarakan sosialisasi Kompetisi Muatan Roket dan Roket Indonesia (Komurindo) dan Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (Kombat) 2017 kepada pelajar SMA di Garut, Jawa Barat. Kegiatan ini untuk mengajak para pelajar ,agar turut menyemarakkan pelaksanaan kompetisi tersebut. Mereka diajak keterlibatannya untuk menyaksikan kompetisi untuk menambah wawasan pengetahuan iptek penerbangan dan antariksa, Selasa (08/08/2017).

Kompetisi itu sendiri diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pelaksanaan perlombaan sendiri sudah di depan mata. Seluruh peserta telah mengikuti seleksi sampai tahap akhir sebelum pelaksanaan kompetisi berlangsung pada tanggal 22-25 Agustus 2017.  Sosialisasi kali ini berlangsung di dua lokasi, yaitu SMA Negeri 1 Garut dan SMA Negeri 11 Garut. Adapun peserta yang mengikuti adalah para pelajar kelas 12 dari sekolah tersebut dan perwakilan dari beberapa sekolah di sekitarnya, antara lain SMA Negeri 2, SMA Negeri 8, dan SMA Negeri 15.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan. Ia menyambut baik momentum sosialisasi LAPAN tersebut menjadi kegiatan yang strategis untuk mempromosikan wilayah kepariwisataan di Pulau Santolo, sebagai lokasi uji terbang roket milik LAPAN. eliti Bidang Sains Atmosfer, Ginaldi Ari Nugroho memaparkan teknis pelaksanaan Kombat. Sebelumnya, ia mengenalkan tentang teknologi atmosfer yang menjadi bagian dari riset LAPAN. Diawali dengan pengenalan sekilas tentang peralatan yang digunakan dalam melakukan riset bidang atmosfer, seperti Radio Detecting and Ranging (Radar), Light Detecting and Ranging (Lidar), Balon Sonda, serta Roket Sonda.

Dijelaskannya, Kombat diselenggarakan sebagai kompetisi untuk menguji sistem radio sonda. “Para mahasiswa dituntut kreativitas dan daya inovatifnya untuk mengembangkan sistem muatan dalam balon tersebut,” jelasnya. Ia menambahkan, peserta dibebaskan menyusun desain antena yang dapat menerima data yang dipancarkan oleh muatan balon sonda. Gunanya untuk mengukur profil temperatur, kelembaban, tekanan, arah, dan kecepatan angin (cuaca).

Sementara penjelasan mengenai teknologi roket dipresentasikan oleh Peneliti Bidang Roket, Dr. Arif Nurhakim. Ia menjelaskan, Indonesia harus menguasai dan mengembangakan teknologi roket. Sebab teknologi tersebut besar manfaatnya untuk pertahanan negara ini. Indonesia mencakup wilayah kepulauan yang sangat luas. Untuk pemantauan wilayah maka perlu teknologi satelit, baik untuk komunikasi, navigasi, dan pemetaan rupa bumi. Sementara satelit diluncurkan dengan menggunakan roket.

Arif mengisahkan, bahwa teknologi roket tidak bisa diperoleh dengan mudah. Maka perlu sumber daya yang kompeten dalam mengembangkan riset bidang ini. Sebab ilmu tentang teknologi ini tidak dapat diperoleh dengan cuma-cuma dari negara lain. “Pengembangan teknologi ini berrisiko tinggi. Sebab, pembuatannya menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya, semua serba ekstrim baik temperatur, tekanan, dan kecepatan,” jelasnya.

Untuk membuka wawasan pengetahuan peserta, ia menceritakan sejarah roket yang diawali dengan pembuatan kembang api di China. Teknologi ini kemudian tersebar di seluruh negara-negara melalui perang. Ia juga mengenalkan berbagai macam roket yang dikembangkan LAPAN, antara lain roket sonda, roket, kendali, roket petir, sampai dengan roket bertingkat. Berdasarkan bahan bakarnya, roket itu sendiri ada dua jenis yaitu roket padat dan roket cair.

Program baru wahana sistem kendali lebih teknisnya menurut ketua juri Dr. Arif Nurhakim, sebetulnya itu kelanjutan program sebelumnya, cuman ganti nama aja dan lebih disimpelkan supaya mahasiswa fokus di sistem kendalinya.“Kalau saya lihat dan dibandingkan dengan sekolah yang pernah saya kunjungi itu,  siswa SMAN 1 Garut cukup serius dan cukup antusias, sehingga saya optimis terhadap sekolah ini tatap seperti ini, ditambah kerja keras dan belajarnya, akan tumbuh, akan muncul bibit-bibit generasi penerus  dari SMAN 1 Garut ini,” harapnya.

Arif mengharapkan, dengan adanya penujang keberadaan LAPAN di Kabupaten Garut ini, diharapkan ada putra daerah Garut yang benar-benar jadi leadernya di peroketan. Apalagi nanti di 25 kita kan punya rencana jangka panjang, untuk 5 tahunan, itu nantinya dari sini muncul pimpinan-pimpinan di bidang teknisnya terutama (Engineering). Selain itu, arif mengatakan, sebenarnya lomba roket ini untuk mahasiswa, tapi LAPAN mengundang siswa SMA untuk menyaksikan tanggal 24 Agustus 2017 mendatang secara langsung seperti apa kompetisi itu. Dan mungkin kedepannya akan ada kompetisi untuk tingkat SMA. Selain itu, mungkin untuk kedepannya juga akan mengundang anak-anak dari sekolah dasar.

Paparan ditutup oleh Kepala Sub Bagian Edukasi Publik, Happy Rumiris. Ia mengenalkan kegiatan Komurindo yang sudah digagas sejak 2007 dan sudah menjadi agenda tahunan LAPAN. Kemudian kegiatan Kombat yang memasuki tahun ke-5 penyelenggaraan. Ia berharap, dengan kegiatan kompetisi tersebut, muncul bibit-bibit baru generasi muda Indonesia yang siap mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang penerbangan dan antariksa. “Kami juga mempunyai program kompetisi lainnya, kompetisi roket air untuk tingkat SMP, serta Space Debate untuk tingkat SMA yang sebentar lagi berlangsung Bulan November. Kami harap, para pelajar di sini bisa memanfaatkan dengan berlomba-lomba mengikutinya,” ujarnya.

Happy menegaskan, program road show ini merupakan pengenalan terhadap siswa SMA, selain itu juga memperkenalkan program wahana sistem kendali menggantikan roket Electric Duct Fan (EDF). LAPAN mempunyai empat kompetensi utama yang masing-masing memiliki lokasi fasilitas untuk melakukan riset dan pengembangannya. Ia membuka diri bagi pelajar dan mahasiswa, dengan menerima kunjungan ke lokasi fasilitas LAPAN dan kerja praktik/magang. “LAPAN juga berpengalaman dalam memberikan pelatihan kepada elajar dan mahasiswa dalam mengikuti program kompetisi di tingkat regional maupun internasional,” imbuhnya.

Untuk menyebarluaskan informasi ke masyarakat, LAPAN mempunyai berbagai program kegiatan seperti pameran, penerbitan berbagai jurnal dan majalah, serta berbagai kegiatan seremonial antara lain Festival Sains Antariksa.

Di tempat terpisah Kepala SMAN 1 Garut, Drs. H. Achdiat Kusdani, M.Pd mengatakan, kegiatan ini sangat baik sekali, dan diharapkan dengan kegiatan seperti itu, akan tumbuh, akan muncul bibit-bibit generasi penerus dari SMAN 1 Garut ini yang siap mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peroketan. “Tentunya kami juga mengharapakan seperti yang sampaikan Peneliti Bidang Roket, Dr. Arif Nurhakim, kedepan akan muncul pimpinan-pimpinan di bidang teknisnya terutama (Engineering) dari putra daerah Garut khususnya dari SMAN 1 Garut,” harapnya. (Jajang Sukmana/Humas)***