Garut Kembali Bertambah Lima Konfirmasi Positif Covid-19

0
24

kandaga.id – Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Minggu, (30/08/2020) pukul 18.00 WIB, merilis adanya penambahan laporan kasus suspek Covid-19 sebanyak 2 orang, yaitu asal Kecamatan Kersamanah dan Kecamatan Kadungora.

Juga ada penambahan laporan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 5 orang, yaitu seorang perempuan (KC-81) usia 64 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul, seorang laki-laki (KC-82) usia 52 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul, seorang laki-laki (KC-83) usia 35 tahun asal Kecamatan Bayongbong, seorang perempuan (KC-84) usia 19 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul dan seorang laki-laki (KC-85) usia 15 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul.

Selain itu, berdasarkan data dari Sub Devisi pada hari ini, Tim Sub Devisi Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah melakukan kegiatan tracking dan tracing pada kontak erat KC-77 di Kecamatan Cilawu sebanyak 18 orang, dilakukan penyelidikan epidemiologi dan pengambilan sampel swab.

“Syukur Alhamdulillah, kasus konfirmasi positif Covid-19 telah selesai isolasi sebanyak 1 orang, yaitu seorang laki-laki (KC-69) usia 31 tahun asal Kecamatan Cigedug telah dinyatakan sembuh oleh tim dokter di BPSDM Cimahi,” rilis Humas Yeni Yunita, total kasus Covid-19 Kontak Erat, Suspek, Probable dan Konfirmasi Positif sampai hari ini sebanyak 5.807 kasus.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Garut, Yeni menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghindari STIGMA pada mereka yang terkena musibah menjadi penderita (terinfeksi) Covid-19, berikan dukungan dan doa terbaik agar mereka kembali sehat walafiat. Dan bagi masyarakat lainnya untuk terus optimal berikhtiar agar tidak terinfeksi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktifitas sehari-hari.

“Keterlibatan dan dukungan masyarakat serta pihak lain dalam upaya memutuskan rantai penularan merupakan hal yang sangat penting, upaya ini dilakukan dengan 2 cara : Pertama, terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar tahu, mau dan mampu melakukan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) dengan 3 M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan Melakukan jaga jarak), Kedua : memutus rantai penularan dengan cara tracking dan tracing serta testing terhadap populasi risiko dan kontak erat kasus konfirmasi positif,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)***