Filosofi Jagung dan Cabai dari SDN 2 Dangdeur

0
63

KANDAGA.ID- Di tengah perkebunan jagung dan cabai, sebuah sekolah dasar sudah berdiri sejak dua puluh tahun silam. Bernama SDN 2 Dangdeur, sekolah ini berlokasi di Kampung Bojonggede, Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Terletak di kawasan perkebunan, acap kali proses pembelajaran menjadi sedikit terganggu. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat para siswa untuk menimba ilmu.

Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 1400 m2  ini memiliki siswa sebanyak 195 orang, yang ditangani oleh sembilan orang tenaga pendidik, dan tiga orang tenaga kependidikan. Saat ini, SDN 2 Dangdeur sedang berada di tahap renovasi, sehingga diharapkan perbaikan ini dapat membuat kualitas sekolah menjadi lebih baik.

Meski terbentang jarak yang cukup jauh dari kota, SD yang dipimpin oleh Asep Endang, S.Pd.I. ini menoreh prestasi yang patut diapresiasi. Beberapa tahun terakhir, para siswanya menyabet trofi kemenangan dari berbagai kompetisi di tingkat kecamatan, dimulai dari juara 1 MTQ, juara 2 atletik, juara 3 senam, dan juara 2 futsal. Menyadari anak-anak didiknya berpotensi di bidang keagamaan dan olahraga, pria kelahiran 1960 ini selalu mengarahkan mereka untuk berprestasi di bidang masing-masing.

Kedepannya, ia berharap bisa membawa sekolah ini berada di “titik kulminasi prestasi”. Namun,  menuju titik puncak bukanlah perkara mudah. Agar mendapat hasil yang setimpal, ia dan semua warga sekolah perlu berusaha menjalani proses dengan optimal.

“Kami belajar dari tanaman jagung dan cabai yang melalui proses pertumbuhan dan perkembangan yang tidak instan. Membutuhkan kesabaran besar saat menjalani proses panjang tersebut. Hal inilah yang membuat kami menyadari, bahwa menuju hasil yang baik, ternyata membutuhkan perjuangan hingga kesabaran yang besar,” pungkasnya. (Fitri Ayu)***

 

 

Kepala SDN 2 Dangdeur