Bupati Garut Sampaikan Pengarahan pada 1.289 Peserta KKN Uniga

0
252

kandaga.id – Dalam rangka acara Pembekalan Peserta New KKN Uniga 2020, sebanyak 1.289 mahasiswa peserta New KKN 2020 Universitas Garut (Uniga) tematik Covid-19 fokus mendengar arahan Bupati Kabupaten Garut, H. Rudy Gunawan, SH., MH., MP., Kamis (23/7/2020).

Pengarahan yang disampaikan melalui aplikasi virtual tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan New KKN 2020 Universitas Garut (Uniga) tematik Covid-19 yang akan dimulai pada tanggal 27 Juli sampai 27 Agustus 2020.

Bupati Kabupaten Garut, H. Rudy Gunawan, SH., MH., MP.

Dalam kesempatan tersebut H. Rudy Gunawan berpesan agar para mahasiswa KKN ikut serta mensosialisasikan pencegahan Covid-19, karena tidak sedikit masyarakat ditingkat pedesaan tidak begitu memahami tentang bahaya virus corona termasuk tentang pentingnya protokol kesehatan.

Selanjutnya Bupati Garut menyambut baik kegiatan KKN ini sebagai sarana komunikasi antara perguruan tinggi dengan masyarakat bagaimana Tri Dharma perguruan tinggi dilaksanakan terutama dalam bidang pengabdian masyarakat.

“Saya menyambut baik KKN Uniga yang menggunakan sistem zonasi disesuaikan dengan tempat tinggal masing-masing tentunya kebijakan ini bagian dari upaya pencegajan Covid-19 dan mahasiswa bersangkutan paling bisa memahami tentang kondisi wilayah yang akan dijadikan objek KKN tersebut,” ungkap bupati.

Bupati berharap mahasiswa peserta KKN Uniga mampu memberikan informasi yang benar kepada masyarakat di pedesaan terkait program bantuan sosial yang diluncurkan oleh Pemkab Garut dari mulai jumlah anggaran, sampai hal-hal yang berkaitan dengan teknis pendistribusian.

“Mahasiswa bisa menggali informasi tersebut bekerjasama dengan dinas atau lembaga terkait, sebagai implementasi dari pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Rektor Uniga Dr. Ir. Abdusy Syakur Amin, M.Eng dalam sambutanya menyampaikan bahwa peogram KKN ini seuatu yang tidak bisa ditunda, karena priorotas kami bagaimana pandemi covid-19 ini tidak menganggu proses penyelesaian studi mahahsiswa, dengan dilaksanakan KKN ini sesuai dengan rencana maka diharapkan proses studi mahasiswa bisa selesai sebagaimana mestinya. Meskipun pihaknya menyadari bahwa KKN kali ini tidak begitu ideal seperti halnya KKN sebelumnya.

“Diharapkan dalam KKN nanti mahasiswa bisa bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat setempat dalam menggali berbagai informasi serta alternative problem solving dalam upaya mencegah penularan covod-19, kami yakin semua bisa dilakukan karena wilayah kkn nanti tidak asing lagi bagi mahahsiswa, mayoritas tempatnya merupakan kampung halaman mahasiswa peserta KKN,” ungkap Rektor Uniga dalam sambutanya.

Rektor Uniga juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu terutama kepada Bupati Garut, Asisten Daerah Bidang ekonomi dan Pembangunan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan serta Badan Pertanahan Nasional yang telah berkenan hadir ditengah-tengah acara ini.

Selain itu Rektor Uniga menyampaikan bahwa mahasiswa peserta KKN akan mendapatkan Kartu GSM berikut Kuota internet 6 Gb yang diharapkan bisa membantu dalam proses pengabdian masyaakat dalam rangka New KKN Uniga 2020.

KKN kali ini menurut Ketua Pelaksana KKN Dr. Ir. H. Tendy Kusmayadi, MP. diikuti oleh 1.289 peserta serta 230 Dosen pembimbing, dibagi dalam kelompok terbatas yaitu satu kelompok maksimal sebanyak 4 mahasiswa.

Menurut catatan panitia ada 322 kelompok mahasiswa dari tujuh fakultas yang ada di lingkungan Uniga. Sedangkan untuk desa yang akan dijadikan objek KKN disesuaikan dengan tempat tinggal mahasiswa atau bisa memilih sendiri desa yang diinginkan oleh peserta KKN.

Tercatat ada 158 desa dan 35 Kecamatan di Kabupaten Garut, serta 2 Kecamatan dan 3 desa di Tasikmalaya yang telah dipilih oleh peserta New KKN Uniga 2020 untuk dijadikan wilayah pengabdian.

Pelaksanaan New KKN Uniga 2020 tetap menggunakan durasi waktu 30 hari berlangsung dari tanggal 27 Juli s.d 27 Agustus 2020. Ada lima program yang boleh dipilih oleh mahasiswa yang kesemuanya berkaitan dengan tema covid-19 yang nantinya akan dijadikan artikel jurnal pengabdian masyarakat yang akan diterbitkan dijurnal internal kampus maupun jurnal nasional yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas. (Jajang Sukmana)***