BOS Terlambat Cair, USBN SD Tetap Berjalan Lancar

0
397
Hari pertama pelaksanaan USBN di SDN Sukamentri 1 dan 2, Kamis (3/5/2018)
Hari pertama pelaksanaan USBN di SDN Sukamentri 1 dan 2, Kamis (3/5/2018)

Mulai Kamis kemarin hingga Sabtu (3-5/5/18) sebanyak 46.435 siswa kelas 6 SD dan MI mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN. Peserta ujian berasal dari 1.554 SD negeri dan swasta yang tersebar di 42 kecamatan. Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ade Manadin, S.Pd., M.Pd., menyatakan, pelaksanaan USBN dan Ujian Sekolah (US) melibatkan 6.110 guru sebagai pengawas dengan jumlah ruang ujian sebanyak 3.055 kelas

Kabid SD Disdik , Ade Manadin, S.Pd, M.Pd

Ade menambahkan, komposisi soal USBN terdiri dari 90 %   pilihan ganda dan 10 % uraian. USBN lanjut Ade merupakan barometer dan penilaian capaian kompetensi peserta didik untuk semua muatan atau mata pelajaran. “USBN adalah pengakuan  atas prestasi belajar peserta sebelum menyelesaikan pendidikannya di tingkat SD,” jelasnya kepada Kandaga.id

Pantauan Kandaga.id meski terkendala belum turunnya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai sumber untuk pembiayaan kegiatan tersebut, pelaksanaan USBN terlihat berjalan lanjar. Para peserta ujian terlihat antusias dan sungguh-sungguh mengerjakan soal ujian, karena meskipun bukan penentu kelulusan , hasil USBN tetap akan dijadikan pertimbangan saat mereka akan melanjutkan studi ke jenjang SMP/MTs

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPT Pendidikan Kec. Leles, H. Koko Supriadi membenarkan BOS baru akan cair minggu depan tetapi hal ini, bukan berarti kegiatan sekolah harus berhenti. Koko yakin para kepala sekolah bisa mencari solusi untuk mengatasinya.”Saya yakin para kepala sekolah bisa mencari solusi dalam bentuk dana talangan dan tidak mungkin ada kepala sekolah sampai meminjam uang ke rentenir. Nanti bagaimana membayar bunganya, kan tidak ada aturannya, dari mana itu?” tegas Koko di ruang kerjanya, Kamis (3/5/2018). *** Jang’s