Berprilaku Diluar Kedinasan, Kepala Sekolah Bisa Kembali Jadi Guru

0
367

kandaga.id – SMPN 2 Tarogong Kidul (Tarkid) merupakan salah satu sekolah peminat terbanyak peserta didik baru tahun ajaran 2020/2021 di Garut, animo masyarakat cukup tinggi, dengan mencapai 820 pendaftar

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, S.Pd., M.Si., usai menghadiri serah terima jabatan (sertijab) Kepala SMPN 2 Tarkid dari R. Yusup Satria Gautama, S.Pd., ke Drs. Deden Juwandi, MM, di ruang kelas SMPN 2 Tarkid di Jl. Flamboyan No. 23A, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (17/07/2020).

Totong, S.Pd., M.Si.

“Ada 26 sekolah jenjang SMP yang masuk promosi dan mutasi, sepenuhnya tidak ada pelantikan tidak ada sumpah. Tapi pengisian saja, SK petikan bupati diserahkan kepada yang diberi tugas penugasan kepala sekolah,” terang Totong, efisiensi dan aturannya seperti itu.

Totong berharap, kepala sekolah yang baru punya strategi yang bagus, bisa mengedukasi guru, bisa memimpin dan bisa memanajemen dengan baik.

“Minimal bisa mempertahankan dari pemimpin sebelumnya atau meningkatkan. Jadi bagaimana memenej sekolah, bagaimana memimpin sekolah, bagaimana konsul sebaik-baiknya. Sehingga harapan para guru nyaman dalam melaksanakan tugas. Karena fungsi pemimpin itu memotivasi, jadi nyaman, berprestasi,” pintanya.

Totong menjelaskan, yang jadi pedoman dan acuan sepenuhnya rotasi mutasi dalam menempatkan guru yang diberi penugasan kepala sekolah ini, adalah Permendiknas No. 6 tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

“Jadi tidak ada pengecualian, secara interval belum 2 tahun, belum bisa dipindahkan dan maksimal bisa tetap sampai 8 tahun di sekolah yang sama,” tegas Totong, ada evaluasi kinerja tahunan.

Totong menjelaskan, seandainya secara interval 2 tahun itu, ada kepala sekolah yang berprilaku di luar dari kedinasan, dalam hal sikap, kinerjanya dan tidak sesuai dengan penilaian baik, minimal baik, atau di bawah baik, itu bisa dipindahkan, bahkan tidak tidak harus dipindah, tidak harus diperpanjang jadi kepala sekolah tapi kembali menjadi guru.

Abu Hayat

Sementara itu, Ketua Komite SMPN 2 Tarkid, Abu Hayat, berharap kepala sekolah yang baru bisa melanjutkan, apa yang telah dilakukan oleh kepala sekolah sebelumnya dan harus bekerja dengan penuh semangat.

“Kerja di ada dua syarat yang tidak boleh ditinggalkan yaitu semangat memperbaiki diri dan berbuat kebaikan. Insyaallah dengan rekomendasi di Pak Kadis, Pak Deden bisa melanjutkan langkah dari Pak Yusup,” harap Abu Hayat, dimana-mana yang harus diperbaiki terdepan adalah SDM, tapi ini juga harus datang dari diri sendiri masing-masing.

Drs. Deden Juwandi, MM.,

Ditempat terpisah, Kepala SMPN 2 Tarkid, Drs. Deden Juwandi, MM., mengatakan, dalam kepemimpinannya pertama-pertama menjaga kondusifitas sekolah, keharmonisan rumah tangga sekolah, supaya bisa bekerja sama dan bekerja bersama-sama, supaya tercapai segala apa yang dicita-citakan.

“Pemimpin itu, lain rumput lain belalang, lain koki lain pasakan, artinya bekerja sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Deden, mudah-mudahan bisa bertahan minimal sama, bisa memperbaiki yang benar yang serupa, itu harus bisa terkoneksi.

Untuk itu, dirinya akan mengajak melalui pendekatan bermusyawarah dengan semua yang ada di lingkungan sekolah.

“Membangun komunikasi jadi kunci pemersatu, agar semua mengerti apa yang harus dilakukan,” pungkasnya.

Sertijab dihadiri Seksi Kelembagaan dan Kesiswaan, Drs. Asep Wawan B., M.Si., Ketua APSI Kabupaten Garut, Sony MS, ketua Komite, perwakilan dari SMPN 1 Cilawu, jajaran pengurus MKKS SMP, pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 2 Tarkid. (Jajang Sukmana)***