Berakit-Rakit ke Hulu Berenang-Renang ke Cangkuang

0
233
Peserta Festival Dayung Rakit Tradisional saling beradu kecepatan dan kekompakan untuk menjadi pemenang

Candi Cangkuang adalah tempat  yang cukup istimewa, karena di Jawa Barat jarang sekali ditemukan peninggalan bersejarah berbentuk candi. Tak hanya itu, yang membuat Candi Cangkuang spesial adalah lokasinya berada di sebuah Pulo (daratan kecil), sehingga untuk menuju ke sana para pengunjung harus menaiki rakit di Situ Cangkuang

Semua kelebihan dari candi hindu satu-satunya di tanah Pasundan ini, akhirnya melahirkan ide dari UPT Wisata Alam dan Budaya Candi Cangkuang untuk menggelar Festival Dayung  Rakit Tradisional. Kegiatan ini dilaksanakan, Sabtu (19-8-2017). Acara ini digelar untuk memeriahkan HUT ke 72 RI dan menarik wisatawan berkunjung ke Candi Cangkuang

Kegiatan yang dibuka oleh Kadisparbud, Budi Gangan ini ternyata menarik minat sekitar 2000 an wisatawan. Mereka tampak memadati lokasi Situ Cangkuang  dan berasal dari berbagai daerah. Budi menyatakan, festival ini akan diupayakan menjadi kalender tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut. “Dulu di Situ Cangkuang setiap tahun suka ada Festival “Pesta Cai” maka dengan adanya pestival ini, akan dijadikan tonggak untuk membangkitkan kembali kegiatan tersebut,” katanya

Sementara Kepala UPT Wisata Alam dan Budaya Candi Cangkuang, Wawan mengatakan, festival ini terselenggara atas kerjasama pihaknya dan tokoh penggerak pariwisata, Himpunan Pemandu Wisata Indonesia, Juru Pelihara Candi Cangkuang dan Paguyuban Rakit Putra Cangkuang. ‘Pesertanya merupakan perwakilan dari Disparbud, UPT, Kecamatan, Jupel, Polsek, Koramil, pemilik rakit dan perwakilan kios yang ada di lingkungan wisata dan desa yang diwakili empat RW , tercatat sebanyak 10 rakit sebagi peserta yang didayung 10 orang tiap rakitnya,” jelasnya

Cucu, Salah seorang tokoh penggerak wisata di Cangkuang berharap, acara ini diadakan rutin setiap tahun sehingga akan semakin mengangkat citra pariwisata Candi Cangkuang dan akan mendongkrak jumlah wisatawan ke tempat bersejarah ini,”pungkasnya.  ***Dedi Sofwan